Kemen PPPA Dukung Zakat Untuk Pemberdayaan Perempuan

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendukung zakat untuk pemberdayaan perempuan.

Hal itu dinilai akan sangat efektif menjadi solusi isu dan persoalan gender di tengah pandemi COVID-19.

Demikian Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin,di Jakarta,Sabtu (8/5 2021)

Kami apresiasi sejumlah lembaga amil yang menginisiasi program zakat untuk pemberdayaan perempuan, salah satunya misalnya dari Rumah Zakat.

“Inisiasi sejenis harus didukung agar ada lebih banyak sinergi dengan pemangku kebijakan lain yang memiliki tujuan sama sehingga dampak yang dirasakan semakin besar untuk menyejahterakan perempuan dan keluarga,” kata Lenny.

Program zakat untuk pemberdayaan perempuan menurut Lenny akan mampu menjadi solusi yang baik mengingat selama pandemi COVID-19, perempuan terdampak lebih dalam ketimbang kaum laki-laki karena sebagian besar perempuan bergerak di sektor informal.

“Jumlah PHK dan dirumahkan termasuk pekerja perempuan lebih dari 5,6 juta buruh,” kata Lenny.

Di sisi lain, tercatat kurang lebih 70 persen pelaku usaha mikro dan kecil adalah perempuan. Dan di tengah pandemi hal itu semakin sulit bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga dan perempuan pra sejahtera untuk menghidupi keluarga.

“Perempuan kepala keluarga terancam keberlangsungan usahanya karena tidak ada distributor ataupun pasar akibat daya beli masyarakat yang turun,” katanya.

Perempuan di tanah air juga masih terpasung dengan persoalan beban budaya di kalangan masyarakat yang mengkontruksikan perempuan harus bertanggung jawab penuh di ranah domestik.

Lenny mengatakan hal ini mengakibatkan kebanyakan pekerja perempuan lebih
memilih bekerja dengan status pekerjaan informal.

“Dan adanya kesenjangan upah antara pekerja perempuan dan laki-laki dimana upah atas pendapatan pekerja perempuan lebih rendah daripada laki-laki,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI