Kemenag Susun Kode Etik Dakwah di Media Elektronik

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama tengah menyusun kode etik siaran dakwah di media elektronik. Direktur Penerangan Agama Islam Khoiruddin berharap, draf kode etik tersebut dapat menjadi panduan bersama dalam berdakwah di media elektronik, sesuai nilai Islam dan prinsip-prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Khoiruddin, kode etik tersebut penting sebagai panduan bersama bagi dai pelaku dakwah, lembaga penyiaran dakwah, dan pembuat konten dakwah yang disiarkan melalui TV, radio, maupun film. Kode etik itu setidaknya akan mengatur empat pilar utama yaitu harus memiliki pemahaman (wawasan) tentang Alquran dan hadis, juga harus memiliki wawasan kebangsaan mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

”Sebaliknya, pelaku dakwah tidak diperkenankan berasal dari kelompok paham dan aliran bermasalah. Dai juga  bukan dari golongan penyeru kekerasan yang mengatasnamakan agama dan berideologi yang ingin mengganti asas bernegara,” kata Khoiruddin.

Khoiruddin menyatakan, kode etik itu juga mengatur adab berdakwah. Adab yang dimaksud, antara lain harus mampu membaca Alquran dan hadis dengan baik, tidak menafsirkan ayat atau hadis dengan penjelasan yang tidak pantas, serta tidak mengeluarkan kata-kata kotor dan keji. (*)

BERITA REKOMENDASI