Kemendagri Instruksikan e-KTP Rusak Dibakar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menginstruksikan Bupati/Walikota di seluruh daerah menugaskan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota melakukan pemusnahan blanko e-KTP yang sudah tidak bisa digunakan atau invalid. Caranya tidak lagi hanya dengan digunting, tetapi dibakar.

Hal ini tertuang dalam surat edaran nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el Rusak atau Invalid. Surat tersebut diterbitkan pada 13 Desember 2018 bertanda tangan Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo.

"Melakukan pengecekan terhadap KTP-el rusak atau Invalid hasil pencetakan massal tahun 2011-2013 yang ada di kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota," demikian sebagaimana tertulis dalam surat tersebut.

Kemudian, Kemendagri juga mengingatkan agar jajaran di daerah membuat berita acara perihal pemusnahan blanko e-KTP pada setiap proses pemusnahan. Selain itu, Kemendagri meminta jajaran pemerintah di daerah melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap tempat-tempat penyimpanan atau gudang penyimpanan dokumen negara.

Hal ini demi menghindari pencurian dan penyalahgunaan terhadap dokumen negara. Sebelumnya, sekitar Mei 2018, Kemendagri menginstruksikan jajaran di daerah agar menggunting blanko e-KTP invalid.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pemusnahan dengan cara memotong itu agar pemerintah tetap memiliki bukti bahwa e-KTP tersebut memang rusak, jika sewaktu-waktu ada pihak yang meminta bukti fisik kerusakannya. (*)

KTP

BERITA REKOMENDASI