Kemendikbud Jalankan Program Digitalisasi Sekolah, Ini Maksudnya

JAKARTA, KRJOGJA.com  -Kemendikbud memiliki program digitalisasi sekolah. Digitalisasi sekolah adalah upaya agar anak tidak bergantung pada gurunya dalam hal proses belajar dan mengajar.

"Ini sudah dimulai tahun ini. Kita bagikan 1.753 juta tablet kepada anak kelas 6,7,10 diseluruh Indonesia untuk menyongsong belajar mendapatkan pengetahuan utk hidup di masa mendatang. Demikian Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi pada 'Kick Off'  Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Istora ,Senayan Jakarta,Senin (7/10 2019).

"Minggu lalu bapak Menteri meluncurkan yang kita namai Digitalisasi Sekolah. Digitalisasi Sekolah ini diharapkan bisa mempercepat proses pelayanan pendidikan di seluruh tanah air. Anak-anak di daerah terpencil dan jauh ini kita berikan 1.753.000 tablet, upayanya agar anak-anak tidak hanya tergantung dengan guru," ujarnya. 

Didik lebih lanjut mengatakan anak-anak usia muda adalah generasi yang sangat melek teknologi sehingga sangat mudah bagi mereka untuk menerima pengajaran dan pelatihan yang berhubungan dengan teknologi. 
Didik menggarisbawahi digitalisasi sekolah dikembangkan bukan untuk menggantikan peran guru sebagai tenaga pengajar, namun lebih daripada itu membantu guru menjadi 'pendidik terbaik'. 

"Tentu digitalisasi sekolah ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan guru tetapi menambah kesempatan anak-anak kita belajar dari media ini," sambungnya. 

Didik berharap teknologi bisa dimanfaatkan generasi muda untuk bisa berkembang bahkan hingga bekerja di dunia industri  melalui ketertarikannya pada dunia teknologi. 

"SMK contohnya kita siapkan memang untuk terjun ke industri atau wiraswasta. Sudah beberapa tahun ini dengan Samsung kita berupaya menyeleraskan kurikulum untuk kebutuhan industri agar anak-anak kita begitu lulus sudah ada tempat dimana harus bekerja," terangnya. 

Diketahui, total anggaran untuk pembelian sarana pembelajaran TIK dan komputer tablet yang dikucurkan oleh Kemendikbud sebesar Rp3.176.000.000 untuk program ini dikutip dari siaran pers Kemendikbud.
Digitalisasi Sekolah merupakan implementasi dari new learning, yang disiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain itu, Didik mengatakan literasi merupakan salah satu kunci kemajuan sebuah bangsa. Namun sayangnya, Indonesia masih termasuk negara dengan tingkat kemampuan membaca masih sangat rendah sehingga masih perlu kerja keras mengejar ketertinggalan.(ati)

 

BERITA REKOMENDASI