Kemendikbud ‘Kawinkan’ Lembaga Kursus dan Dunia Usaha, Ini Maksudnya

Dia menjelaskan untuk LKP atau lembaga penyedia jasa kursus dan pelatihan lainnya, misalnya SMK dan kampus vokasi wajib memiliki laboratorium dan bengkel terapan, harus dipastikan dipilih hanya yang sudah “menikah” dengan DUDI dan dunia kerja.

Skema pernikahan dimulai dari penyusunan materi pelatihan, atau kurikulum. Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan kerja karena disusun bersama, akan menghasilkan SDM terampil yang harapannya langsung diserap dunia kerja.

Program PKK diperuntukkan bagi masyarakat yang berusia 15-30 tahun dengan prioritas usia 15-25 tahun, anak usia sekolah namun tidak sekolah, lulus tidak melanjutkan sekolah, peserta didik Paket C serta warga masyarakat yang menganggur.

Sedangkan PKW diperuntukkan bagi masyarakat berusia 15 hingga 30 tahun dengan prioritas 15-25 tahun, putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan dan belum memiliki pekerjaan tetap atau menganggur dan dari keluarga kurang mampu.(ati)

BERITA REKOMENDASI