Kemendikbud Percepat Pembelajaran Daerah Terdampak Gempa

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah (Kemdikbud -red) tengah mempercepat penyelengaraan pembelajaran di kelas sementara di wilayah terdampak gempa.

"Seluruh anak Indonesia berhak mendapatkan pelayanan pendidikan,termasuk mereka yang terdampak bencana gempa di Palu,dan Donggala,bantuan tenda untuk ruang kelas dari UNICEF ini," demikian Mendikbud Muhadjir Effendy di dampingi Country Representatif UNICEF untuk Indonesia Debora Comini di Kemdikbud Jakarta,Selasa (16/10 2018).

Muhadjir mengaku sudah memberi arahan agar masyarakat membangun kelas darurat dan Kemendikbud akan memberi bantuan terpal. Termasuk biaya pemasangan sebesar Rp30 Juta. Bahkan, sudah mengumpulkan kepala dan komite sekolah guna membangun kelas darurat.

"Semua tenda dan bantuan unicef sudah disebar di NTB. Dengan hadirnya bantuan dari UNICEF, akan sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar di sulteng.
Hari ini terpal sudah dikirim dari Surabaya," tegasnya

Kemendikbud akan membuka pos pendidikan untuk mengkoordinasikan layanan pendidikan dalam situasi darurat bagi para korban gempa.  Pos itu dipusatkan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tengah. Dari data sementara, ada 2.731 satuan pendidikan mulai dari Paud sampai SMA yang terkena dampak di empat Kabupaten di Sulawesi Tengah. Pos pendidikan akan memulai pendataan satuan pendidikan terdampak, termasuk siswa dan para guru.

"Hari ini kami dari Kemendikbud akan berangkat ke Palu melalui jalur udara. Pos itu sudah kami buka di LPMP Sulawesi Tengah. Pertama-tama, kami akan mendata dulu jumlah pasti satuan pendidikan yang terdampak gempa," katanya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI