Kemendikbud Tuntaskan Kekurangan Gizi Anak Sekolah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melaksanakan program PMT-AS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) sejak tahun 2010. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa TK dan SD terutama di daerah terpencil. Pemberian makanan tambahan ini dimaksudkan untuk memenuhi 10-20 persen kebutuhan kalori dan protein siswa. 

"Makanan yang disajikan, selain harus aman juga harus disesuaikan dengan selera lokal. Bahan baku makanan yang disajikan berasal dari petani lokal. Artinya program ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak, melainkan juga meningkatkan perekonomian lokal," ungkap Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, pada kegiatan seminar yang diselenggarakan Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (16/10). 

Sejak tahun 2015 pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengadopsi Agenda Pembangunan Berkelanjutan termasuk 17 Tujuan Agenda Berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030. Tujuan ini dibangun sebagai kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yaitu mengentaskan segala bentuk kemiskinan, mencapai kesejahteraan untuk pembangunan masyarakat. 

Hal ini, menurut Didik, selaras dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. 
"Menurut laporan Indeks kelaparan global pada 2017, negara-negara di Asia Tenggara masih mengalami rawan pangan dimana anak-anak menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak buruk terbesar. Kekurangan gizi dapat membahayakan tumbuh kembang anak terlebih mempengaruhi prestasi belajar di sekolah," ujar Didik. (Ati)

BERITA REKOMENDASI