Kemendikbudristek Ajak Perempuan untuk #BeraniBantuBeraniBicara

Editor: Ary B Prass

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbudristek Franka Makarim menegaskan bahwa perempuan perlu berani menjadi dirinya sendiri untuk melewati tantangan-tantangan yang ada. “Perempuan harus berani berbicara untuk diri sendiri dan berani berkata serta berbuat untuk perempuan-perempuan lain dalam mencapai apa yang diinginkan,” ujarnya.
Franka juga menjelaskan lingkungan yang bebas dari kekerasan dapat mendukung perempuan berani untuk menjadi dirinya sendiri. “Kita harus mengupayakan para perempuan, baik anak-anak kita atau teman-teman kita untuk menjadi seseorang yang bebas dari lingkungan kekerasan itu sendiri. Lingkungan yang aman adalah lingkungan yang bisa memungkinkan agar anak-anak dapat berkreasi penuh,” jelas Franka.
Sementara itu, Psikolog dan Co-Founder Tiga Generasi, Putu Andani, menjelaskan pentingnya keberanian berbicara bagi perempuan. Menurut Putu, keberanian ini untuk mengoptimalkan peran perempuan yang sangat banyak, diantaranya sebagai anak, teman, ibu, istri ataupun pekerja.
“Kalau kita berani bicara, berani ungkapkan maksud kita, justru itu akan membantu diri kita dan lingkungan sekitar kita untuk semuanya berfungsi secara lebih baik,” jelas Putu.
Putu menambahkan, untuk menumbuhkan keberanian berbicara pada diri sendiri, perlu adanya niatan dari dalam diri sendiri (internal motivation). ”Kalau tidak ada motivasi internal untuk bicara, maka keberaniannya sulit kita temukan. Motivasi internal bisa ditemukan dari alasan-alasan yang benar-benar bermakna untuk diri kita dan lingkungan kita,” jelasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI