Kemenhub Ajak Asosiasi Stop Truk Lebih Muatan

JAKARTA.KRJOGJA.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengajak seluruh asosiasi dan pelaku usaha logistik untuk menghilangkan over dimensi (kelebihan ukuran) dan overloading (kelebihan muatan) pada tiap angkutan barang.  Kedua persoalan ini sudah sangat memprihatinkan karena kerugian Negara yang ditimbulkan akibat pelanggaran tersebut mencapai Rp 43 triliun.

"Dari laporan Kementerian PUPR, Negara harus mengeluarkan biaya Rp 43 triliun tiap tahunnya untuk perbaikan jalan yang rusah akibat kelebihan muatan dan over dimensi angkutan barang,” ungkap Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi dalam Forum Group Discussiun (FGD), di Jakarta, Jumat (02/03/2018).

Budi Setiyadi menegaskan, permasalahan over dimensi dan overloading (ODOL) harus dihilangkan mulai dari hulu. Untuk itu pihaknya mengumpulkan seluruh stakeholder dan pelaku usaha angkutan guna membahas persoalan tersebut sekaligus mencari solusinya. “Dibutuhkan peran dan dukungan para pengusaha dan asosiasi untuk mewujudkan ketiadaan kelebihan dimensi dan muatan,” ujarnya.

Menurut Budi Setiyadi, kelebihan dimensi merupakan suatu keadaan dimana dimensi pengangkut tidak sesuai dengan standar produksi pabrik. Sedangkan kelebihan muatan atau overloading kondisi dimana kendaraan mengangkut melebihi ketentuan yang berlaku.

Pada tahun 2017, pelaksanaaan uji petik penertiban ODOL ditemukan sebanyak 67,5 persen melanggar kelebihan angkutan lebih dari 20 persen kapasitas angkut. “Kondisi ini memprihatinkan dan kita terus berupaya untuk mengurangi atau bahkan meniadakan pelanggaran tersebut,” ujar Budi.

Budi mengharapkan pemilik barang mengerti dan memahami bahwa aturan muatan barang harus sesuai dengan daya angkut yang tertulis dalam Buku KIR. “Mereka diharapkan tidak lagi mengoperasikan kendaraan yang melebihi standar,” ujarnya.

Apabila para pemilik barang dan pemilik kendaraan angkutan barang mau melaksanakan dan tunduk pada aturan yang berlaku, dapat berdampak pada penghematan anggaran Negara. Kemudian, dari dana yang dihemat tadi dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur baru dan lebih bermanfaat. (Imd).

BERITA REKOMENDASI