Kemenhub Bakal Tambah Trayek Tol Laut

JAKARTA, KRJOGJA.com – Program Tol Laut yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), telah berhasil mengurangi disparitas harga di daerah yang dilewati kapal tol laut. Meski belum secara signifikan, namun harga sejumlah bahan kebutuhan pokok sudah berangsur turun mendekati harga di Pulau Jawa.

"Secara umum Program Tol Laut telah berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan. Yang jelas, masyarakat di wilayah Indonesia Bagian Timur sudah memiliki waktu reguler kedatangan kapal pengangkut komoditas," kata Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan (Irjen Kemenhub) Wahju Satrio Utomo saat membuka Rakornas Tol Laut di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Program Tol Laut digelar untuk mengurangi kesenjangan (disparitas) harga yang cukup tinggi antara wilayah Indonesia Bagian Barat dengan wilayah Indonesia Bagian Timur. "Untuk tahun depan Kemenhub menganggarkan biaya Rp 447 miliar untuk subsidi Tol Laut. Jumlah trayeknya juga kita tambah dari 13 menjadi 15," ujar Wahju.

Wahju menjelaskan, saat ini yang sudah berjalan ada 13 trayek dengan bobot di atas 3.300 DWT. Rinciannya, 7 trayek dijalankan dengan skema penugasan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan sisanya 6 trayek diserahkan kepada pihak swasta lewat proses tender.

Wahju mengakui, pelaksanaan Program Tol Laut masih menghadapi beberapa tantangan. Di antaranya masih belum optimalnya muatan kapal, khususnya muatan balik dari Indonesia Bagian Timur menuju Indonesia Bagian Barat.

Untuk itu, ke depannya pemerintah terus mendorong optimalisasi muatan balik dari daerah melalui sinergi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah, BUMN dan masyarakat setempat. "Diharapkan lewat upaya ini dapat meningkatkan kapasitas angkut dan meningkatkan perekonomian daerah setempat," ujar Wahju.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bay M Hasani menambahkan, hasil dari penyelenggaraan Tol Laut ini sudah mulai terasa. Sebagai contoh, Minggu (10/10/2017) lalu, Kapal Tol Laut KM Caraka Jaya Niaga III/4 memuat 600 tabung gas 12 kg tiba di Natuna Kepulauan Riau. Kehadiran kapal ini sangat membantu masyarakat Natuna yang selama ini sulit memperoleh pasokan tabung gas produksi nasional, sehingga terpaksa membeli produk tabung gas dari negara tetangga.(Imd)

 

BERITA REKOMENDASI