Kemenhub Bangun Fasilitas Uji Tabrak di Indonesia, Ini Tujuannya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor akan membangun fasilitas uji tabrak kendaraan bermotor roda empat.

Rencana pembangunan fasilitas tersebut, selain menjadikan mobil produksi Indonesia miliki standar keamanan tinggi juga sebagai langkah edukasi kepada masyarakat terkait faktor keamanan kendaraan. Sehingga konsumen bisa mendapatkan informasi detail terkait rating keselamatan pada mobil yang dipasarkan di tanah air.
 

Kami ingin informasi semacam itu sampai ke tangan konsumen, tidak hanya harga dan fitur mobilnya," kata Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Sigit Irfansyah, saat dihubungi Okezone.

Langkah sosialisasi terkait keamanan kendaraan, menjadi catatan bagi Kemenhub saat menghadiri standar keselamatan NCAP wilayah ASEAN di Bali, yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

"Menarik dilihat bahwa kendaraan merek premium belum tentu memiliki peringkat keselamatan standar NCAP lebih tinggi dibandingkan mobil dengan harga lebih murah. Ini yang harusnya jadi perhatian konsumen ke depannya," ujar Sigit.

 

Terkait aturan teknis dalam uji tabrak yang akan diterapkan di Indonesia hingga saat ini dikaui Kemenhub masih dalam tahap pengkajian. Termasuk pola pengadaan kendaraan yang digunakan dalam tahap uji tabrak, yang terintegrasi dalam bangunan Balai Uji Kendaraan milik Kemenhub nantinya.

Sigit menyebut Kemenhub serta pemegang merek di Indonesia akan mengatur prosedur pelaksanaannya lebih lanjut. "Tentunya sudah kita sampaikan, termasuk pemegang merek karen tes ini sudah biasa mereka lakukan. Untuk unit sampelnya baik diserahkan secara sukarela atau kami membeli bisa dibahas lebih lanjut," kata Sigit.

Sigit menyebut Kemenhub serta pemegang merek di Indonesia akan mengatur prosedur pelaksanaannya lebih lanjut. "Tentunya sudah kita sampaikan, termasuk pemegang merek karen tes ini sudah biasa mereka lakukan. Untuk unit sampelnya baik diserahkan secara sukarela atau kami membeli bisa dibahas lebih lanjut," kata Sigit. (*)

BERITA REKOMENDASI