Kemenhub Berikan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan

JAKARTA.KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan 2019. Penghargaan diserahkan Menhub Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Penganugerahan penghargaan yang didahului penilaian ini bertujuan memberikan motivasi kepada operator untuk meningkatkan keselamatan di bidang transportasi. "Hal ini untuk mewujudkan jasa angkutan yang selamat dan nyaman," ujar Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kemenhub," Dedi Cahyadi.

Adapun pemenangnya berdasarkan empat kategori antara lain, Angkutan Jalan yang unggul adalah pertama PT Bigbird Pusaka, disusul PT Sinar Jaya Megah Langgeng, dan PT Rosalia Indah Transport. Pada Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, terbaik adalah PT Dharma Lautan Utama, kedua PT Windukarsa, dan PT Trisakti Lautan Emas.

Kategori angkutan laut, anugerah diberikan kepada PT Pelni. Terakhir untuk kategori Angkutan Perkeretaapian diserahkan kepada PT MRT Jakarta, PT KCI, dan PT Railink.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, aspek keselamatan (safety) di tranportasi merupakan faktor utama yang harus selalu diperhatikan. "Jadi yang namanya safety itu kewajiban. Kalau tidak safety, (Penyelenggara jasa angkutan) jangan berusaha di sektor transportasi," tegasnya.

Menhub juga meminta masing-masing operator untuk melakukan self assesment dalam hal keselamatan agar kedepannya masyarakat lebih yakin jika ingin menggunakan moda transportasi umum.

Menhub menambahkan, Penganugerahan Penilaian Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan pada tahun ini dilakukan lebih selektif, sehingga pemenangnya lebih sedikit daripada tahun lalu. "Sejalan dengan hal tersebut saya meminta yang bagus di berikan reward, sedangkan yang jelek di berikan punishment misalnya dengan pencabutan izinnya," katanya.

Disaat yang bersamaan Menhub berpesan untuk memerhatikan hal yang berkaitan dengan keselamatan seperti umur kendaraan yang layak serta tindakan kepada supir yang berkendara ugal-ugalan.

"Saya meminta untuk memperihatikan usia kendaraan yang layak untuk ditegakan kembali. Usia kendaraan menjadi salah satu faktor keselamatan dalam transportasi dan juga saya meminta untuk menindak tegas supir-supir yang suka ugal-ugalan untuk diberikan hukuman yang berat," ujar Menhub. (Imd)

BERITA REKOMENDASI