Kemenhub Inspeksi Jalur KA Lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung

MEDAN, KRJOGJA.com – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub melakukan inspeksi jalur kereta api (KA) lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Kegiatan ini diselenggarakan, menyusul akan difungsikannya jalur KA tersebut pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

Pelaksanaan inspeksi jalus lintas KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung dengan menggunakan KA Inspeksi Kaldera Toba ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara, Setyo Gunawan. Ikut mendampingi antara lain VP Divre I Wilayah Sumatera dan Aceh, Perwakilan Dishub Sumatera Utara dan sejumlah inspektor dari Ditjen Perkeretaapian.

"Inspeksi kita lakukan untuk mengecek semua aspek kelaikan jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung. Pengoperasian jalur ini sangat penting untuk mendukung kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke," kata Setyo di sele-sela kegiatan inspeksi, Kamis (13/12/2018).

Pembangunan jalur KA lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung, Sumatera Utara ini sudah mencapai 95%. Proyek dengan lintasan sepanjang 21,5 itu Kilometer sedang dalam tahap penyelesaian, terutama untuk persinyalan.

"Pembangunan fisik sudah 95%, tinggal seting sistem persinyalan. Diharapkan semua pekerjaan selesai Maret tahun depan dan bisa dioperasikan pada April 2019," jelas Setyo.

Proyek lintas KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung dikerjakan mulai tahun 2017 dengan biaya sebesar Rp 577,69 miliar. Selain rel KA, di sepanjang lintas ini dibangun pula tiga stasiun, yakni Stasiun Tanjung Gading, Stasiun Kuala Tanjung dan Stasiun Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Untuk realisasi fisik pengerjaan ketiga stasiun sudah 91% dan diharapkan selesai akhir tahun ini," ujar Setyo.

Setyo mengungkapkan, dari hasil pelaksanaan inspeksi masih ada persoalan yang sangat penting terkait pengoperasian lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung. Persoalan ini adalah, banyaknya perlintasan sebidang yang dibuat sendiri oleh warga sekitar.

Di jalur Bandar Tinggi – Kuala Tanjung ini, ada 70 lebih perlintasan sebidang, sehingga perlu persiapan yang matang dalam tahap operasinya. Dari jumlah tersebut hanya 2 perlintasan sebidang yang resmi dibangun, sedang sisanya ilegal.

Setyo menegaskan, pengamanan perlintasan sebidang berpengaruh pada aspek keselamatan warga atau pengguna jalan dan perjalanan kereta apinya. "Kita akan adakan pembahasan terkait permasalahan perlintasan sebidang ini," ujarnya.

Setyo menambahkan, ada beberapa skenario yang akan dilakukan untuk mengatasi perlintasan sebidang. Diantaranya akan disediakan akses dengan dibangun jalan kolektor yang menghubungkan warga dengan jalan raya atau diterapkan program padat karya untuk menjaga setiap perlintasan yang melibatkan warga sekitar.

Operasional jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung untuk mendukung infrastruktur dalam proses pengangkutan barang dari dan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, menggunakan kereta api khusus peti kemas. Angkutan kereta api memiliki potensi besar, khususnya dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (Imd)

BERITA REKOMENDASI