Kemenhub Kembangkan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

TASIKMALAYA.KRJOGJA.com – Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub akan kembali melakukan beberapa pekerjaan pembangunan konstruksi di Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya pada tahun 2018.  Untuk keperluan proyek ini telah disiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar yang masu dalam DIPA Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Cakrabhuana Cirebon.

Pekerjaan besar yang akan dilaksanakan adalah kelanjutan perpanjangan landas pacu 200 m x 30 m (termsuk box culvert, strip dan Resa). Nantinya landas pacu Bandara Wiriadinata menjadi 1600 m x 30 m.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan, pembangunan tersebut merupakan rencana aksi untuk menyikapi kebutuhan masyarakat Parahiangan timur dan selatan akan perkembangan Bandara Wiriadinata yang terus meningkat. "Selain itu untuk mengembangkan konektivitas jalur udara di wilayah selatan Pulau Jawa dan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," ujarnya, Jumat (25/01/2018).

Sejak dibuka  Presiden Joko Widodo menjadi bandara komersial pada awal Juli tahun 2017 lalu, Bandara Wiriadinata berkembang pesat dan berhasil ikut mengembangkan perekonomian daerah sekitar. "Untuk itu kami sebagai regulator mengapresiasi dan berterimaksih pada pihak-pihak yang mendukung yaitu TNI AU, AirNav Indonesia, Pemkot Tasikmalaya, maskapai Wings Air dan masyarakat setempat," kata Agus.

Menurut Agus, mengutip data yang diterimanya dari Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Tasikmalaya, keberadaan Bandara Wiriadinata ikut menumbuhkan perekonomian Tasikmalaya yang mencapai 6,7 persen pada tahun 2017 lalu. Sedangkan dari sisi komersial, tingkat keterisian pesawat ATR 72-500 yang dioperasikan maskapai Wings Air di bandara ini sudah mencapai 80 persen.

Agus menambahkan, pada tahun 2018 ini juga akan ada beberapa pekerjaan yang dilakukan di Bandara Wiriadinata selain perpanjangan runway. Pekerjaan tersebut adalah  pembuatan taxiway 23 m x 75 m dan apron 80 m x 100 m, pembangunan gedung terminal 1.000 m2, pembuatan jalan akses ke terminal dan lahan parkir 2.500 m2, dan pekerjaan pengawasan pengembangan bandara.

"Semua pekerjaan konstruksi tersebut menggunakan konsep Design and Build dan sudah dilaksanakan lelang tidak mengikat hingga tahap evaluasi," kelas Agus.

Sementara itu pada tahun 2017 lalu telah dilaksanakan kegiatan perpanjangan landas pacu sepanjang 200 m x 30 m, pekerjaan levelling runway, penyempurnaan runway strip, pengadaan dan pemasangan AFL serta catu daya listrik. Selain itu pekerjaan pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandara (350 m),  pembangunan power house (120 m2) dan pembuatan building sign bandara dengan anggaran sebesar Rp 20 miliar. (Imd)

BERITA REKOMENDASI