Kemenhub Percepat Pengukuran Kapal Penangkap Ikan

LAMONGAN, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkomitmen untuk membantu dan mempermudah proses percepatan pendaftaran dan pengukuran kapal penangkap ikan. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor perikanan.

"Kapal-kapal (nelayan) ini harus ada sertifikasi dan surat. Kita ingin agar nelayan itu ayem dan nyaman dalam bekerja mencari ikan. Untuk itu dilakukan sertifikasi dan pengukuran kapal," kata Menhub Budi Karya Sumadi, Budi Karya Sumadi saat menyaksikan langsung pengukuran dan proses sertifikasi kapal penangkap ikan, di Pelabuhan Paciran, Lamongan, Sabtu (20/10/2018).

Menhub mengemukakan, kehadirannya di Pelabuhan Paciran Lamongan ini untuk memastikan bahwa pengukuran dan sertifikasi berjalan dengan masif. Harapannya, seluruh kapal penangkap ikan yang ada di wilayah Indonesia bisa seluruhnya disertifikasi.

"Lamongan ini bisa menjadi contoh untuk nelayan lain, seperti di Tegal, Brebes, Tegal, Cirebon daerah lainnya. Sertifikasi kapal ini sangat penting untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan dan safty," jelas Menhub.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, R. Agus H. Purnomo yang ikut mendampingi Menhub menambahkan, syarat-syarat pengajuan permohonan pengukuran kapal penangkap ikan dipermudah. "Cukup dengan surat keterangan dari tukang kapal yang dilegalisasi oleh Lurah dan Camat serta foto copy KTP pemilik kapal," ujarnya.

Agus menjelaskan, Tim Ahli Ukur Kapal Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut dan Kantor UPP Kelas III Brondong telah melakukan pengukuran dan pendaftaran bagi kapal penangkap ikan di Pelabuhan Paciran Lamongan yang merupakan wilayah kerja dari Kantor UPP Kelas III Brondong. Di lokasi ini sebanyak 20 kapal penangkap ikan berukuran 7 GT ke bawah dilakukan  pendaftaran dan pengukuran ulang.

Setelah kapal-kapal tersebut selesai diukur dan memenuhi persyaratan, diterbitkan sertifikasi pas kecil sebagai bukti kepemilikan kapal. Khusus untuk 20  kapal penangkap ikan yang diukur pada hari ini, sertifikasi pas kecil diserahkan langsung oleh Menhub Budi Karya kepada pemilik kapalnya.

Menurut data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, hingga Oktober 2018, di Kabupaten Lamongan tercatat ada sekitar 3.499 kapal penangkap ikan. Dari jumlah tersebut sebanyak 780 unit kapal sudah dilakukan pengukuran ulang dan diterbitkan pas kecil sebagai bukti kepemilikan kapal. (Imd)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI