Kemenkes : Segera Vaksin, Tidak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin Lagi

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRjogja.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menghimbau kepada masyarakat agar tidak memilih jenis vaksin yang disuntikkan. Kemenkes sendiri menyampaikan berbagai jenis vaksin terus berdatangan di Indonesia dan seluruh vaksin yang sudah mendapatkan izin edar memiliki keamanan dan keefektifan melawan virus covid-19.

“Semakin banyak kita menerima kedatangan vaksin, setidaknya ada 6 jenis vaksin dengan vaksin yang dibuat oleh kimia farma di antaranya sinovac, moderna Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Semua vaksin tersebut merupakan vaksin yang sudah terdaftar di WHO dan menerima rekomendasi dari WHO, sehingga masyarakat tidak perlu pilih-pilih lagi,” ungkap dr. Siti Nadia Tirmizi, M.Epid selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes pada Talkshow Sehat Senin (23/08).

Disamping percepatan vaksinasi covid-19 yang memberikan dampak pemilihan jenis vaksin, timbul asumsi pada masyarakat bahwa semakin tinggi efikasi suatu vaksin maka akan semakin berpotensi adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Menjawab hal tersebut, dr. Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Penganan Covid-19 Pemerintah sekaligus Duta Adabtasi Kebiasaan Baru menyampaikan bahwa asumsi yang beredar di masyarakat merupakan hoax.

“Sebenarnya KIPI sendiri tergantung pada respon masing-masing tubuh orang, jadi itu tidak benar ya kalau mendapatkan berita yang menyebutkan vaksin tidak efektif kalau efek sampingnya tidak terasa. Itu hoax ya, vaksin tetap bisa kerja walaupun kita tidak merasakan ada efek samping. Jadi tidak usah pilih-pilih vaksin ya, itu nanti malah membuat waktu vaksin kita mundur tidak sesuai target sasaran,” jelasnya.

dr. Reisa Broti Asmoro lebih lanjut menjelaskan terkait efikasi vaksin. Efikasi vaksin merupakan kemanjuran vaksin yang dihitung dari presentase yang kemudian angka efikasi tersebut menunjukkan kemungkinan penurunan penyakit dalam kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi.

Namun, efikasi vaksin dihitung pada saat uji klinis. Oleh karena itu ketika vaksin sudah digunakan secara umum dilihatnya dari efektif atau tidaknya suatu vaksin ketika diberikan kepada sasaran masyarakat luas.

BERITA REKOMENDASI