Kemenkop Targetkan 3 Juta UMKM Go Digital

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menargetkan sebanyak 3 juta sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat berkibar di pasar internasional atau go digital. Target ini lebih tinggi dari target semula yang hanya 2 juta UMKM pada tahun ini.

“Target tersebut jika kita melihat dari transaksi UMKM lewat e-commerce yang tumbuh 26 persen year on year (yoy) pada kuartal II 2020. Hal ini memberikan sinyal dimulainya pergeseran pola belanja masyarakat dari ritel ke platform digital,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam webinar “Peran Perbankan Pada Ekosistem Digitalisasi UMKM, “ di Jakarta, Senin (23/09/2021).

Menurutnya, saat ini penjualan di platform digital telah tumbuh 26 persen. Pertumbuhan ini semakin bagus dengan adanya pertambahan merchant yang baru sampai 3,1 juta lebih dan telah terhubung dengan ekosistem digital.

Dikatakan, pihaknya juga terus mendorong transformasi UMKM untuk bisa melakukan pengembangan produk yang memiliki nilai tambah agar lebih besar lagi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi baik dari sisi produksi maupun pemasaran. “Kami dorong bertransformasi dan kami siapkan berbagai program digitalisasi, sehingga ketika ekonomi membaik mereka bisa mengambil peluang di pasar domestik maupun global,” kata Teten.

Kemenkop UKM mencatat, hingga 21 Agustus 2021 sebanyak 15,3 juta UMKM sudah masuk ke platform digital. Realisasi itu melampaui target tahun ini yang direncanakan 13,7 UMKM masuk ekosistem digital.

Adapun pemerintah menargetkan di 2030 sudah sebanyak 30 juta UMKM yang memasarkan produknya secara digital. Secara bertahap, target di 2022 sebanyak 19 juta UMKM dan 2023 sebanyak 24,5 juta UMKM.

“Sampai minggu ketiga Agustus 2021, itu sudah ada 15,3 juta UMKM dan 142 koperasi yang on board (masuk ke digital). Artinya masih banyak yang haruus terdigitalisasi untuk mencapai target di 2030,” Deputi Kewirausahaan Kemenkop Siti Azizah.

Dipaparkan, pihaknya telah memetakan cara untuk mencapai target tersebut. Diantaranya dengan menjalin kerjasama dengan berbagai platform digital. Selain itu melakukan pendataan seluruh UMKM di Tanah Air.

“Saat ini masih ada 28 juta UMKM lagi dalam tahap proses konfirmasi pendataan. Antisipasi kami nantinya akan ada 65 juta UMKM yang datanya akan tersimpan di Kemenkop UKM,” jelas dia.

Selain melakukan pendataan dan kerja sama dengan platform, upaya mendigitalisasi UMKM juga dilakukan dengan memberikan pendampingan. Hal ini untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membantu UMKM menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Siti mengungkapkan, ada empat hal yang masih menjadi persoalan untuk UMKM berkembang. Terdiri dari literasi digital yang masih rendah, kapasitas produksi yang kecil, kualitas produksi yang belum konsisten dan cenderung rendah, serta akses pasar yang belum optimal. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI