Kemenlu Minta Jaminan Keselamatan WNI Pekerja Kapal

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta Pemerintah Malaysia memberikan jaminan keselamatan bagi 6.000 warga negara Indonesia yang bekerja di kapal penangkap penangkap ikan Malaysia. Persoalan keamanan mencuat setelah dua nakhoda Indonesia diculik di Perairan Sabah, Malaysia.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Menlu RI Retno Marsudi bertemu Menteri Besar Sabah Dato Musa Aman di Kinabalu, Malaysia. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Besar Sabah juga didampingi oleh Komandan Eastern Sabah Security Command (ESSCOM), Mayjen Wan Abdul Bari. ESSCOM adalah armada Malaysia yang bertanggung jawab atas keamanan di wilayah perairan Sabah.

"Menlu menyampaikan keprihatinannya terhadap terulangnya kembali penculikan atas dua WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan Malaysia pada 5 November 2016 lalu," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal.

Menanggapi permintaan Menlu, pihak Malaysia dapat memahami sepenuhnya keprihatinan tersebut. Keduanya mengakui adanya keperluan meningkatkan mekanisme pengamanan perairan yang ada saat ini.

Beberapa pendekatan baru akan dilakukan guna mengatasi persoalan keamanan itu. Seperti‎ mewajibkan pemilik kapal melengkapi kapal dengan peralatan Automatic Identification System (AIS), melakukan sosialisasi langkah pengamanan pelayaran kepada majikan dan para ABK kapal, membangun mekanisme quick response yang lebih baik serta membuat safety point di sejumlah pulau kecil di sekitar perairan Sabah.

Seperti diketahui, Kemenlu RI membenarkan adanya penculikan dua nakhoda warga negara Indonesia di Perairan Sabah, Malaysia. Kemenlu RI juga meminta Pemerintah Malaysia ‎untuk membantu pembebasan nakhoda tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI