Kemenparekraf Perluas Penerima Bantuan Dana Hibah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno mengatakan, seiring diberlakukannya PPKM darurat dari tanggal 3 – 20 Juli 2021, Kemenparekraf akan memperluas penerima bantuan dana hibah dan bantuan sosial di sektor parekraf. Dari Rp 3,7 triliun yang diajukan akan di distribusikan ke 17 sub sektor parekraf yang sebelumnya hanya dua sektor yakni hanya hotel dan restoran.

“Dana hibah pariwisata kita ajukan ke komite percepatan ekonomi nasional ( PEN) sejumlah Rp 3,7 triliun dan penerima dari dana hibah pariwisata ini diperluas tahun ini dan jumlahnya juga ditingkatkan. Kita belajar dari tahun lalu yang hanya untuk hotel dan restoran, tahun ini kita ingin juga menyentuh pelaku biro perjalanan wisata tour guide, pramuwisata tempat-tempat rekreasi dan beberapa sentra wisata. Ada 17 sub sektor,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno dalam acara breifing weekly secara virtual di Jakarta, Senin (04/07/2021).

Sandi berharap, dana bantuan hibah dan dana sosial untuk parekraf akan segera cair. Pasalnya data pelaku sudah di sektor ini juga sudah ada. Untuk itu, Kementerian Keuangan dan komite PEN ini segera bisa meluncurkan nanti setelah diverifikasi oleh pemerintah daerah dan Pemerintah kabupaten/kota dan pemerintahan provinsi ini akan dapat direalisasikan langsung kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dana hibah pariwisata dan Bansos tadi arahan dari Presiden sangat jelas, bahwa dalam Minggu ini harus segera direalisasikan dan tentunya di segera di-transfer melalui rekening yang sudah disiapkan,” tegasnya.

Menurutnya pemberian dana hibah dan Bansos diharapkan bisa berkolaborasi agar masyarakat yang betul-betul membutuhkan bisa dibantu pemerintah dengan program yang cepat tepat dan manfaat dan sasarannya tercapai. Dikatakan, pariwisata dalam keadaan yang sangat tertekan dan penuh keprihatinan karena covid,-19.

Dengan adannya PPKM darurat di daerah zona zona merah dan zona-zona yang sudah ditunjuk oleh pemerintah ini harus ditunda dan tempat wisata di sentra ekonomi kreatif di tutup. Meski demikian, dari 17 subsektor yang diperluas, ada dua sektor yakni sektor aplikasi dan sektor pengembangan permainan malah mengalami peningkatan.

“Dua subsektor ini justru malah meningkat saat ini yakni aplikasi dan pengembangan permainan. Ini yang kami pantau dengan khusus, kami monitor agar 2 subsektor ini bisa mengakibatkan pembukaan lapangan kerja dan percepatan pembangunan ekonomi yang berpihak yang berkeadilan bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia,” tegasnya.

Sementara untuk sektor yang harus dibantu yakni sektor kuliner, griya, fashion, design, animasi dan lain sebagainya ini yang kita bantu fasilitasi untuk digitalisasi termasuk periklanan dan perfliman.

“Dengan memberikan fasilitasi dan solusi bagi para pelaku ekonomi kreatif ini, mudah-mudahan bisa menjadi satu penyemangat dan pembangun membangun optimisme bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa PPKM darurat ini,” ujarnya. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI