Kemenparekraf Rancang Katalog Pariwisata Rawan Bencana

Editor: Ary B Prass

JAKARTA, KRJogja.com– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) untuk merancang katalog pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) rawan bencana di 5 destinasi super prioritas (DSP).
Pasalnya, ekosistem pariwisata khususnya pada 5 DSP masih sangat rentan terhadap berbagai gangguan dan bencana, yang jika tidak dikelola dengan baik tentu akan memberikan dampak bagi sektor pariwisata. Di mana ada 13 juta masyarakat Indonesia yang bergantung secara perekonomian pada sektor ini.
Untuk itulah, kolaborasi antara Kemenparekraf dan lintas lembaga yakni BMKG, BNPB, dan PVMBG sangat dibutuhkan, demi terciptanya sistem informasi pariwisata tangguh yang komprehensif, agar bisa digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dalam memitigasi bencana.
“Informasi bencana dan mitigasinya adalah suatu yang harus ada di setiap destinasi wisata agar dapat menciptakan ketenangan bagi wisatawan. Oleh karena itu, penting untuk berkolaborasi bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG untuk bisa mencari, mendesain suatu peta terhadap destinasi parekraf yang sensitif rawan bencana sehingga kita bisa melakukan mitigasi meminimalkan risiko,” kata Kepala Biro Komunikasi Vinsensius Jemadu, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/6/2021).
Vinsensius mengungkapkan penyusunan sistem informasi dalam menghadapi bencana juga dapat digunakan sebagai acuan pemerintah dalam meminimalisir risiko bencana pada destinasi pariwisata.  “Selain sebagai upaya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan kepariwisataan baik di pusat maupun didaerah. Katalog ini juga bisa membuat wisatawan berwisata dengan rasa nyaman dan aman,” ujar Vinsensius.

BERITA REKOMENDASI