Kemenperin Optimalkan Kerajinan dan Batik Lewat Innovating Jogja 2021

Editor: Agus Sigit

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta Titik Purwati Widowati menambahkan pendaftar kegiatan Innovating Jogja tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tahun ini ada pendaftar yang berasal dari luar Yogyakarta dan luar Pulau Jawa.

“Tercatat sudah ada 247 pendaftar Innovating Jogja 2021. Dari jumlah tersebut,48 peserta terpilih untuk mengikuti kegiatan workhop business plan secara online. Kemudian panitia menyeleksinya sehingga terpilih 30 peserta yang berhak mengikuti tahap bootcamp Innovating Jogja 2021,” ucapnya.

Titik menyampaikan selama lima tahun pelaksanaa Innovating Jogja telah menghasilkan 20 tenants dan 113 peserta yang telah mengikuti bootcamp. Ia menambahkan, para lulusan program ini mampu berkembang, bahkan di masa Pandemi COVID-19, antara lain CV Woodeco Indonesia dan Toja Indonesia, yang telah mampu meraih pasar ekspor untuk produk home decoration dan fashion akseroris.

Selain itu CV Woodeco Indonesia mengalami pertumbuhan omset sebesar 163 persen di masa inkubasi 2021. Lalu ada Puspita Indigo berhasil mengembangkan paket produk pewarna alami instan untuk warna biru pada masa inkubasi yang sama, bahkan telah mencapai peningkatan penjualan sebesar 70 persen. Selanjutnya ada Semilir dan Arsty Craft telah mampu meningkatkan penjualan sebesar 30 persen.

“Selain mendorong peningkatan bisnis, kegiatan Innovating Jogja 2021 juga memfasilitasi para tenant untuk meningkatkan kualitas produknya melalui pendampingan penyusunan dokumen sistem mutu, fasilitasi pengujian produk serta sertifikasi produk dan hak kekayaan intelektual,” ujarnya.(ati)

 

 

BERITA REKOMENDASI