Kemensos Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Sumur Minyak di Aceh Timur

ACEH, KRJOGJA.com – Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran sumur minyak di Desa Gampong Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. 

Mewakili Menteri Sosial Idrus Marham, bantuan diserahkan oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat bertempat di Masjid Al Albrar Kecamatan Rantau Peureulak, Jumat. Hadir dalam penyerahan ini para ahli waris korban meninggal serta keluarga korban luka, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. 

 "Berdasarkan Permensos 4 tahun 2015 tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana maka Kementerian Sosial memberikan Bantuan Stimulan Pemulihan Sosial berupa santunan korban meninggal, santunan korban luka berat, bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian tetap, dan bantuan bahan bangunan rumah, serta layanan dukungan psikososial. Hal ini merupakan komitmen Negara Hadir dalam setiap kondisi bencana," tutur Harry mengawali sambutannya di Aceh Timur Jumat (4/5)

Dirjen merinci bantuan yang diberikan meliputi bantuan langsung bagi korban terdampak sebesar Rp247.050.000, santunan ahli waris untuk 22 orang total sebesar Rp330.000.000 dan santunan pengobatan korban luka sebanyak 36 orang total sebesar Rp180.000.000. Jumlah keseluruhan bantuan yang diberikan adalah Rp757.050.000. 

"Mewakili pemerintah, saya mengucapkan turut berduka cita. Kepada keluarga korban meninggal dunia semoga di berikan kekuatan dan keikhlasan, kepada  korban luka luka semoga lekas diberikan kesembuhan. Pemerintah berharap semoga bantuan pemerintah ini dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial," harapnya.

Seperti diketahui sebuah sumur minyak yang dikelola secara tradisional di Desa Gampong Pasir Putih Kecamatan Ranto Peurelak Kabupaten Aceh Timur, meledak pada Rabu (25/5) sekira pukul 01.30 WIB. Ledakan ini menyebabkan semburan api yang cukup tinggi hingga 75 meter ke atas langit dan panasnya mencapai radius 200 meter.  

Pengeboran tersebut diperkirakan 250 meter ke dalam bumi kemudian mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah. Akibat kelebihan produksi pada sumur tersebut, banyak warga berbondong-bondong melakukan pengumpulan minyak untuk dikumpulkan ke dalam drum atau jerigen untuk tempat penampungan minyak.

Saat salah seorang warga melakukan pengelasan pipa yang akan dimasukan ke dalam sumur tiba-tiba muncul percikan api. Kemudian api tersebut seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak. 

Bencana kebakaran sumur minyak mengakibatkan 22 orang meninggal dunia, 37 orang luka-luka, 140 KK/525 orang mengungsi di sanak saudara yang tersebar di beberapa desa di wilayah Kecamatan Ranto Pueruelak, dan 6 rumah hangus terbakar. Sebagian besar korban luka dan meninggal adalah warga yang ingin menyaksikan ledakan. (Ati)

BERITA REKOMENDASI