Kemensos Targetkan 100 KSB di Sejumlah Kabupaten/Kota

PANGANDARAN, KRJOGJA.com – Kementerian Sosial (Kemrnsos) tahun 2018 menargetkan akan berdiri 100 Kampung Siaga Bencana (KSB) di sejumlah kabupaten dan kota sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Tinggal di lokasi rawan bencana bukan berarti hidup dalam kekhawatiran. Bukan pula menunggu bencana datang lalu baru menggerakkan dan melatih warga kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Tapi kita harus menyadari betul bahwa Indonesia adalah daerah dengan risiko rawan bencana sehingga harus selalu siaga," kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat di Pangandaran, Rabu (1/8/2018).

Ia sebelumnya telah mengukuhkan Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran sebagai Kampung Siaga Bencana ke-608, Selasa (31/7/2018). Dalam hal kewaspadaan ini, menurut Harry, tentunya masyarakat yang lebih mengetahui kondisi wilayahnya masih-masing karena merupakan tempat tinggal mereka.

KSB, jelasnya,  merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. Hingga Juli 2018, jumlah KSB adalah 608 dan diharapkan jumlahnya terus bertambah hingga 100 KSB di akhir 2018.

Beberapa titik yang tengah disiapkan untuk menjadi KSB adalah Kabupaten Sumba Timur di Provinsi NTT, Kabupaten Lombok Timur di Provinsi NTB, Kabupaten Pulau Buru Selatan di Provinsi Maluku dan Kabupaten Cilacap di Provinsi Jawa Tengah. Tujuan KSB, ujar Harry, untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana.

Selain itu, membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat, mengorganisasikan masyarakat terlatih untuk siaga bencana serta mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada untuk penanggulangan bencana. "Intinya agar masyarakat waspada terhadap bencana, siaga pada perubahan lingkungan yang ekstrim, serta mengetahui langkah-langkah yang diperlukan dalam menanggulangi bencana," kata Harry.

Pada kesempatan ini ia  menjelaskan lima hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan KSB, di antaranya warga Kampung Siaga Bencana, harus memiliki mental yang tangguh. Selain itu, tingkatkan solidaritas,  kepekaan, pengetahuan dan keterampilan, serta warga kampung siaga bencana harus rajin melakukan latihan kesiagaannya. (Ful)

BERITA REKOMENDASI