Kementerian BUMN Bakal Benahi Proses Rekrutmen SDM, Kenapa?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan akan kembali membenahi proses perekrutan sumber daya manusia (SDM) di dalam lingkungan BUMN. Ini terkait penangkapan pekerja PT Krakatau Steel yang diduga terlibat terorisme oleh Densus 88, pada Rabu (13/11/2019).

"Tertangkapnya pekerja Badan Usaha Milik Negara ini menjadi masukan bagi kami juga untuk membenahi dari sisi SDM," ujar Staf khusus (stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga melalui rilisnya, Kamis (14/11/2019).

Tak hanya pada proses perekrutan, pembenahan juga terus dilakukan saat proses kenaikan posisi maupun dalam pembinaan kebangsaan kepada seluruh pekerja BUMN.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim. Dia mengatakan jika terorisme merupakan masalah nasional bahkan internasional. Pihaknya siap bekerjasama dengan aparat keamanan dalam memberantas aksi terorisme.

Sejauh ini, lanjut dia, perusahaan hanya bisa memantau aktivitas dan perilaku  pekerja di tempat kerja. Di luar tempat kerja menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

"Mengenai pencegahan dan pemberantasan terorisme sudah ada lembaga yang menangani hal tersebut," jelas dia.

Secara normatif, dia menambahkan, langkah yang bisa dilakukan perusahaan adalah memperketat saat proses seleksi pekerja.

Dengan menggandeng atau bekerjasama bersama aparat. Kerjasama pemeriksaan latar belakang calon pekerja.

"Background checking guna proses seleksi bisa mengurangi pelamar yang terindikasi bagian dari jaringan terorisme," tambah dia.

Dia berharap kejadian serupa tak terulang kembali. Pemerintah bersama rakyat hanya menginginkan kondisi negara yang aman.

"Rakyatnya memiliki rasa aman, sehingga suasana dan iklim kondusif ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jangan sampai hal-hal semacam ini mengganggu pembangunan ekonomi Indonesia ke depan," dia menandaskan.(*)

BERITA REKOMENDASI