Kemhan Tinjau Ulang Proyek Pengembangan Jet Korsel

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan pihaknya bakal meninjau ulang perjanjian proyek pengembangan pesawat tempur yang bernilai investasi mencapai 8 miliar dollar AS itu.

"Soal itu sekarang kita kaji ulang lagi masalah perjanjiannya atau MoU nya," kata Totok kepada wartawan di kantor Kementerian Pertahanan.

Totok menyebut bahwa salah satu alasan kesepakatan itu perlu dikaji ulang karena Indonesia ingin agar alih teknologi pesawat itu dapat menguntungkan kedua belah pihak. Tak hanya itu, Totok juga mengungkap bahwa ada beberapa komponen teknologi jet tempur dalam proyek itu yang tak 'direstui' oleh pihak Amerika Serikat.

Sebab, beberapa komponen teknologi pesawat tempur itu masih membutuhkan peralatan teknologi dari AS. Meski demikian, Totok enggan untuk menyebutkan detil komponen tersebut. "Ada peralatan yang tak diberikan kepada kita, ya dari pihak Amerika itu yang ngga boleh," ungkap Totok.

Meski begitu, Totok optimis bahwa kerjasama proses kerja pembuatan pesawat tempur itu dapat berjalan hingga target 2026 mendatang tercapai. (*)

BERITA REKOMENDASI