Kemndes PDTT Dokumentasikan Potensi 11.000 Desa Percotohan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Desa Ponggok di Klaten Jawa Tengah (Jateng) dan Desa Kutuh di Bali menjadi contoh desa yang didokumentasikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemndes PDTT) dalam hal inovasi. Dokumentasi tersebut dikumpulkan dalam bentuk video maupun tulisan.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengungkapkan saat ini sudah ada sekitar 11.000 dokumen desa percontohan yang sukses mengembangkan daerahnya dengan dana desa. Menurutnya dokumen-dokumen tersebut bisa menjadi contoh bagi desa yang ingin memajukan desanya melalui pengelolaan dana desa secara efektif.

"Saya dapat laporan dari Pak Dirjen sekarang ada 11.000 dokumen. 'Download' saja dokumen-dokumen tersebut. Tinggal contek, kalau cocok tinggal dikembangkan, disesuaikan dengan karakter desanya tersebut," kata Eko Putro Sandjojo di Jakarta.

Ia menyebutkan banyak konsep pengembangan desa yang bisa dicontoh, mulai desa berbasis pariwisata, pascapanen, hingga yang mengembangkan lembaga perbankan. "Itu dicopi saja, disosialisasikan. Minta bantuan kepala-kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PDM) se Indonesia sebagai ketua tim inovasi desa," tambahnya.

Program inovasi desa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 merupakan program kerjasama antara Kemendes PDTT dan Bank Dunia dalam rangka mendorong terciptanya kreatifitas masyarakat desa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Tentunya kreatifitas yang diciptakan harus dapat menjawab permasalahan – permasalahan yang dihadapi di desanya yang terkait dengan infrastruktur, SDM dan kewirausahaan desa sehingga terwujud kemandirian bagi masyarakat.

Kemendes PDTT merancang program inovasi desa untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target rencana pembangunan jarak menengah (RPJM). "Program inovasi desa hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa," jelasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI