Kenaikan Iuran BPJS Berlaku Mulai Agustus

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut kenaikan iuran  kepesertaan pertama menyasar peserta dari golongan masyarakat miskin yang  setorannya dibayar negara. Kenaikan iuran tersebut berlaku mulai bulan ini.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas mengungkapkan penyesuaian iuran itu akan berlaku bagi peserta PBI sebanyak 133 juta jiwa. Adapun, iuran PBI ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Penyesuaian iuran PBI itu mulai berlaku Agustus 2019," ujar Iqbal.

Oleh karenanya, Iqbal menyebut bahwa pemerintah akan menalangi kenaikan iuran PBI untuk periode Agustus hingga Desember 2019. Hanya saja, ia tak menyebut jumlah talangan yang digelontorkan pemerintah.

Setelah penyesuaian iuran PBI, pemerintah kemudian akan fokus menyesuaikan iuran bagi peserta non-PBI. Namun, Iqbal mengingatkan, pemberlakuan penyesuaian iuran baru bisa dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan peraturan presiden yang terkait.

Ia juga menyebut, pekerjaan rumah BPJS Kesehatan tidak berhenti di penyesuaian iuran semata. Iqbal menjelaskan manajemen BPJS Kesehatan masih perlu memperbaiki sisi operasional sesuai rekomendasi audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Salah satunya, adalah membenahi data peserta yang bermasalah.

Data yang bermasalah bisa terjadi karena pada 2014 lalu, penyelenggara Askes, Jamsostek, Jaminan Kesehatan Nasional mengantongi informasi masing-masing. Sementara, Kartu Tanda Pengenal elektronik (e-KTP) baru dimulai sejak 2016.

"Setelah ada kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kami bisa memadankan data. Tetapi, ternyata masih ada juga data yang belum bisa dipadankan karena data semua diberikan dari Kementerian Sosial. (Data PBI) porsinya paling besar dari data yang bermasalah," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI