Kepastian Moratorium UN, Masyarakat Diminta Sabar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy meminta masyarakat sedikit bersabar terkait kepastian moratorium ujian nasional. Ia mengaku keputusan moratorium tinggal menunggu hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

"Hasil kajiannya seperti apa, nanti saya kabari. Sekarang ratasnya saja belum," ujar Muhadjir di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Presiden Jokowi akan menggelar rapat terbatas pada pekan ini. Dalam rapat tersebut, Jokowi akan meminta secara detil alasan keinginan Muhadjir untuk menghapus UN pada tahun ajaran 2017. "Jika perlu dilakukan, dilakukan. Nanti harus ada ratas dulu," ujar Jokowi akhir pekan lalu.

Sebelumnya pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menilai, moratorium UN sangat tepat. Pasalnya, kualitas guru masih banyak yang di bawah standar uji kompetensi guru. “Standar UN lebih membodohi anak daripada mencerdaskan. UN hanya membuat murid hanya hafal soal bukan materinya,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kualitas guru lebih penting agar target mengurangi 70 % sekolah yang di bawah standar nasional bisa tercapai. “Hasil UKG kita semua tahu seperti apa. Artinya apakah memang guru di sekolah ini juga mampu mengetes anak sedang kemampuan mereka masih beragam. Jadi problemnya di situ yang harus dibenahi dulu," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI