Kerja Sama dengan China Murni Soal Bisnis

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menilai kerjasama yang dilakukan oleh pihak-pihak di Indonesia dengan Partai Komunis China tidak ada kaitannya dengan upaya pertukaran ideologi.

"Saya tidak percaya bahwa itu dikaitkan dengan ideologi komunis. Itu semuanya adalah pure bisnis. Adapun kerjasama dengan partai, toh, bukan hanya dengan PDIP, Golkar juga," kata Agus.

Menurut Agus ada beberapa alasan yang menguatkan pendapatnya. Diantaranya, pertama, jika melihat situasi saat ini China sengaja melemahkan mata uangnya yuan sebagai strategi menghadapi perang dagang.

Ini kemudian dimanfaatkan oleh berbagai pihak demi merasakan dampak keuntungan dari kebijakan itu. Termasuk pihak-pihak dari Indonesia.

"Kalau kita tidak masuk ke situ kita ketinggalan dengan negara lain, termasuk untuk membangun kemampuan kita dan untuk membangun bangsa. Ini pertanyaan, pilihan dan kebijakan," kata Agus.

Kedua, menurut Agus, tingkat produktivitas buruh di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan buruh China. Dengan alasan-alasan tersebut, menurut Agus, sulit menyimpulkan bahwa ada pertukaran ideologi atas kerja sama dengan China tersebut.

Jika pun China membuka peluang bagi Indonesia mempelajari ideologi komunis yang dianut, Agus berkata tawaran itu belum tentu menarik bagi bangsa Indonesia. (*)

BERITA REKOMENDASI