Kerusuhan 36 Jam Mako Brimob Berakhir Dengan Operasi Pembebasan

JAKARTA,KRjogja.com – Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin mengatakan, operasi pembebasan sandera narapidana (napi) teroris di Rutan Cabang Salemba di Markas Korps Brimob (Mako Brimob), Depok berakhir pada Pukul 07.15 WIB pagi ini, Kami (10/5/2018). Operasi sendiri berlangsung selama 36 jam.

“Operasi sandera dan pembunuhan sadis ini berjalan selama 36 jam,” kata Wakapolri dalam konferensi pers di Mako Brimob.

Dalam kerusuhan ini, sebanyak 156 narapidana (napi) teroris melakukan penyanderan terhadap 9 anggota Polri. Penyanderaan dilakukan oleh 156 tahanan terhadap 9 Anggota Polri.

Wakapolri mengatakan, dari 9 orang tahanan tersebut, 5 anggota Polri gugur, sedangkan 4 orang lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka.

Wakapolri menegaskan, pihaknya berupaya melakukan upaya sepersuasif mungkin, serta bertindak dengan kepala dingin. “Saya tekankan pada tim untuk kepala dingin walapun temannya menjadi korban pembunuhan,” kata Wakapolri.

Wakapolri kemudian meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, terutama kepada keluarga anggota Polri yang gugur dalam tugas tersebut.

"Secara khusus meminta maaf kepada keluarga korban anggota Polri yang gugur sebanyak 5 orang, dan luka-luka 4 orang, karena Polri tidak sempat menyelamatkan jiwa mereka yang gugur, walaupun segala upaya, tenaga dan pikiran, upaya persuasi dengan memperhatikan segala hal sudah dilakukan," kata Wakapolri. (*)

BERITA REKOMENDASI