Kesiapsiagaan Bencana Indonesia Dinilai Masih Rendah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memandang tingkat kesiapsiagaan Indonesia menghadapi bencana baik masyarakat maupun pemerintahnya cenderung rendah. Hal itu dilihat dari beberapa parameter yang seharusnya dipenuhi oleh setiap daerah di Tanah Air mengingat Indonesia berada di Ring of Fire alias wilayah rawan gempa.

Peneliti Bidang Ekologi Manusia Deny Hidayati mengatakan bahwa di tingkat daerah kepedulian bencana masih rendah karena tak memenuhi parameter kesiapsiagaan. Sehabis bencana besar seperti tsunami Aceh, gempa di Lombok dan Palu, kepedulian meningkat namun dengan mudah kembali dilupakan.

"Jadi kepedulian itu yang harusnya ditingkatkan lagi bahwa kita memang di daerah rawan bencana, kita harus siap-siap," ujar Deny.

Deny lebih lanjut menerangkan bahwa ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Pertama, pengetahuan mengenai bencana. Setiap orang disebutnya harus memahami apa saja bencana yang rawan terjadi di daerahnya.

Kemudian, mereka juga perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana itu terjadi. Informasi mengenai pengetahuan ini bisa disampaikan secara formal dengan diintegrasikan dengan mata pelajaran di bangku sekolah atau sosialisasi di komunitas rutin masyarakat seperti posyandu, karang taruna dan pengajian.

"Masalahnya adalah sosialisasi ini waktunya sempit, yang mengikuti terbatas, pembicara terbatas dan tidak merata. Di Jambi materi tidak seimbang antara Karhutla dengan asap dampak Karhutla," kata Deny. (*)

BERITA REKOMENDASI