Ketahanan Demokrasi Tantangan RI Tahun 2020

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Tantangan terbesar Indonesia sepanjang 2020 adalah mewujudkan ketahanan demokrasi. Hanya dengan upaya membangun ketahanan demokrasi, maka sistem politik demokratis baik secara prosedural maupun substantif dapat terus meningkat kualitasnya.

Pandemi Covid-19 serta sejumlah isu perundang-undangan dinilai menjadi musabab yang mempengaruhi dinamika demokrasi. Dalam kondisi yang rumit itu, teladan demokrasi amat dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa demokrasi Indonesia ke arah yang diharapkan bersama.

“Ketahanan demokrasi sangat terkait dengan keberhasilan mewujudkan komitmen berdemokrasi. Maka, penyelenggara negara berikut juga masyarakat sipil perlu mengawal demokrasi. Jika tidak, maka bisa berdampak buruk terhadap ketahanan demokrasi,” kata  Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Rihad Wiranto, dalam acara Teropong Democracy Award (TDA) 2020 yang diselenggarakan media Teropong Senayan secara virtual, Rabu, (28/10).

Meski begitu, lanjut Rihad, patut diakui selama ini ada beberapa sosok maupun golongan yang ‘diam-diam’ maupun terang-terangan berupaya membangun jalan demokrasi yang terarah. Hal itu semata-mata demi mewujudkan ketahanan demokrasi yang sejak 1945 menjadi dambaan sistem politik di Indonesia.

Upaya mereka dalam berkontribusi dan mempertahankan demokrasi ditunjukkan dalam kapasitasnya masing-masing baik secara eksekutif, legislatif, dan bahkan independen. Atas dasar itu, apresiasi dirasa perlu diberikan agar komitmen mempertahankan demokrasi dipandang sebagai ikhtiar yang harus terus-menerus dilakukan.

“Pada gilirannya, ketahanan demokrasi juga sangat bergantung pada sukses atau gagalnya demokrasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga negara,” ujar Rihad.

Pada ajang penghargaan yang disemarakkan bersama dengan Hari Sumpah Pemuda ini, Rihad mengatakan sejumlah sosok dan kelompok partai politik.

“Apresiasi ini berangkat dari kesadaran berdemokrasi yang belakangan mendapat tantangan besar, serta selain sebagai cara mempromosikan nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan ini,” tuturnya.

“Teladan demokrasi merupakan suatu kebutuhan karena demokrasi mendorong munculnya eksplosi harapan untuk kehidupan lebih baik, khususnya di negara-negara yang relatif baru dalam menerapkan demokrasi seperti Indonesia,” imbuh Rihad.

Berikut daftar peraih penghargaan Teropong Democracy Award 2020 versi Teropong Senayan:

A. Kategori Nasional Figure

1. KH. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI) 2. Sudirman Said (Sekjen PMI/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia periode 2014-2016) 3. Abraham Samad (Ketua KPK periode 2011-2015)

B. Kategori Voices Of Democracy

1. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan 2. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera 3. Fraksi Partai Demokrat 4. Fraksi Partai Amanat Nasional

C. Kategori Hope of Democracy

1. Jazuli Juwaini (Anggota Komisi I DPR RI) 2. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI) 3. Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta)

C. Kategori Best Freedom of Speech

1. Lamhot Sinaga (Anggota Komisi VI DPR RI) 2. Irwan (Anggota Komisi V DPR RI) 3. Yorrys Raweyai (Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua) 4. Benny K. Harman (Anggota Komisi III DPR RI) 5. Herman Khaeron (Anggota Komisi VI DPR RI) 6. Syariefuddin Hasan (Wakil Ketua MPR RI) 7. Alien Mus (Anggota Komisi IV DPR RI)8. Yaqut Cholil Qoumas (Wakil Ketua Komisi II DPR RI) 9.Mardani Ali Sera (Anggota Komisi II DPR RI)

E. Kategori Rising Star of Democracy

1. Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI) 2. Benny Rhamdani (Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) 3. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat) 4. Ahmad Syaikhu (Anggota Komisi V DPR RI) (Lmg)

BERITA REKOMENDASI