Keterserapan Lulusan Baik Dukung Percepatan Revitalisasi SMK

“Industri itu harus bergerak bersama SMK. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” dikatakan Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam acara penandatanganan naskah kerja sama dengan Presiden Direktur KIK, Stanley Ang di Semarang, pekan lalu.

Saat ini, di Jawa Tengah angka  keterserapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri sebesar 62% selebihnya 13% melanjutkan ke perguruan tinggi dan yang 25% terbagi wirausaha mandiri dan masa tunggu. Salah satu langkah kerja Tim Pembinaan dan Pengembangan Vokasi Jawa Tengah adalah menjalin kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kawasan Industri Kendal.

Pendidikan vokasi dianggap berhasil jika SMK sudah memiliki sistem keterserapan yang baik bagi lulusannya. Hal itu ditandai dengan keterampilan lulusan sekolah yang menarik perhatian industri. Menurut Wikan program yang dibangun di KIK selaras dengan strategi dasar link and match, yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA. Adapun strategi tersebut mencakup: 1). sinkronisasi kurikulum, 2). kehadiran guru/dosen tamu dari kalangan pakar/industri minimal 50 jam/prodi/semester, 3).ketersediaan program magang/prakerin minimal 1 semester di IDUKA, serta 4). adanya uji kompetensi/sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.

“Sistem ini merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar link and match tersebut. Diharmonisasikan dengan pemaknaan “Local Wisdom” yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak. Link and match akan menguntungkan seluruh pihak, khususnya  pihak IDUKA, serta masa depan dan karir lulusan di dunia kerja,” terang Wikan.

Wikan meyakini, lulusan-lulusan yang benar-benar match dengan kebutuhan IDUKA, yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. “Semoga perjuangan kompak dan cerdas seluruh pihak ini, akan mempercepat lahirnya jutaan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul secara signifikan,” harapnya.

Program Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang menekankan pentingnya kerjasama SMK dengan Industri. Lingkup kerja sama ini meliputi penyelarasan kurikulum SMK yang link and match dengan kebutuhan industri, pemagangan guru dan praktik kerja lapangan peserta didik, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan SMK dan rekruitmen tenaga kerja lulusan SMK pada industri. Jangka waktu kerjasama selama 5 tahun.

Pada saat ini, tengah dilakukan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan 15 perusahaan di wilayah KIK. Perusahaan tersebut di antaranya Dae Yong Texstile, Eclat Texstile dan Lianfa Textile, Master Kids,  D&V Medika Gemilang, Maju Bersama Gemilang, Aurie Steel Metalindo, Borine Technology, Maxindo Karya Anugrah, Inmas Surya Makmur, Sinar Harapan Plastik, United Power, APP Timber dan Kendal Eko Furido. Seluruhnya telah bekerja sama dengan 80 SMK di wilayah Kendal, Batang, dan Kota Pekalongan Indonesia.(ati)

BERITA REKOMENDASI