Ketua GP Ansor Dipolisikan Lagi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas kembali dilaporkan ke polisi terkait pembakaran bendera bertuliskan tauhid yang belakangan disebut polisi merupakan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Ketua Biro Hukum Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami), Aziz Yanuar Prihatin, mengatakan pihaknya melaporkan Yaqut dengan dugaan tindak pidana konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penistaan agama sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 156a juncto Pasal 59 ayat (3) KUHP.

Ia juga melaporkan Yaqut atas dugaan tindak pelanggaran Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Karena dari beberapa statement-nya itu kami anggap sebagai tindakan provokasi yang akhirnya diikuti oleh anggota-anggotanya," kata Aziz.

Dalam laporan itu Aziz juga melaporkan dua anggota Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU), yakni Rohis dan Faisal dengan dugaan pelanggaran yang sama dengan Yaqut. Selain melakukan pembakaran bendera, menurutnya, Banser NU juga melakukan razia terhadap simbol-simbol yang diduga identik dengan HTI.

Padahal, lanjut dia, tidak ada satu pun lambang atau tanda bertuliskan ormas yang kini sudah dibubarkan itu. "Kalau takut terinjak-injak, tak perlu dibakar. Bisa dipungut, taruh di kardus, simpan di tempat yang baik gitu. Kalau ada tulisan HTI-nya kan bisa dihapus, bisa digunting tulisan HTI-nya, enggak perlu dibakar," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI