Ketua MPR: Pendidikan Adalah Kunci Kemajuan Satu Bangsa

TANGERANG, KRJOGJA.com – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan,pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik dari institusi pendidikan yang berkualitas akan melahirkan manusia-manusia unggul dan manusia atau sumber daya manusia yang unggul adalah kunci kemajuan satu bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) saat memberikan sambutan pada acara Upacara Peletakan Batu Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Prof. HAMKA (UHAMKA), di Parung Serab, Tangerang, Banten, Senin (30/7/2018). 

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Djuwita F. Moeloek serta Rektor, para Dekan, Dosen dan ratusan mahasiswa Uhamka.  Kualitas SDM satu bangsa, lanjut Zulhasan, menjadi sangat penting sebab berapa banyak sumber daya alam akan habis bila tidak didukung SDM yang unggul.

Lihat saja Singapura satu negara maju dan modern yang miskin sumber daya alam tapi kaya SDM. Maka itulah saya sangat apresiasi Perserikatan Muhammadiyah yang sangat intens memperkenalkan Islam yang berkemajuan salah satunya di bidang pendidik dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi salah satunya UHAMKA. "Saya berharap Fakultas Kedokteran Uhamka mampu menjawab tantangan menuju Indonesia maju," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulhasan menyampaikan bahwa tahun politik saat ini apalagi makin mendekati pileg dan pilpres 2019, tensinya makin lama makin tinggi. Pilihan boleh berbeda, sesuai harapan masing-masing, beradu argumen secara sehat boleh. Yang tidak boleh adalah karena berbeda timbul pertengkaran dan berkelahi satu sama lain, tandasnya.

Patdono Suwignyo Dirjen Kelembagaan Ristekdikti mengatakan sulit sekarang merekrut mahasiswa baru kedokteran Karena ilmu kedokteran itu ilmu yang relatif sulit. 

"Resikonya juga besar. Kalau dokternya ngga berkualitas pasiennya kan mati. Maka rekrutmennya itu harus  hati-hati. Hanya orang-orang yang mampu itu yang diterima. Jangan hanya karena mereka mau bayar kemudian diterima " demikian Patdono Suwignyo. (Ati)

BERITA REKOMENDASI