Khofifah Perbolehkan Penyelenggaraan Salat Idul Adha

Editor: Ivan Aditya

SURABAYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta masyarakat, khususnya umat Islam yang merayakan Hari Raya Iduladha, untuk menjaga ketat protokol kesehatan saat menggelar Salat Iduladha.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10475/012.1/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Iduladha 1441 H/2020 M pada situasi pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut terdapat aturan untuk empat kegiatan meliputi takbiran menyambut Iduladha, penyelenggaraan salat Id, penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging kurban.

“SE ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama No. 18 Tahun 2020 dan Fatwa MUI No. 36 Tahun 2020,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mengatakan meski diperbolehkan menyelenggarakan salat Iduladha, namun ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi, mengingat Jatim belum sepenuhnya bebas Covid-19.

Khofifah menerangkan pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. (*)

BERITA REKOMENDASI