KLHK Tangani Limbah B3 di Cirebon

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK, KLHK melakukan verifikasi dan identifikasi limbah B3 di Cirebon. Hal ini menindaklanjuti Laporan masyarakat terkait pembuangan illegal Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), berupa limbah medis/ limbah Rumah Sakit yang tercecer atau berserakan  di sepanjang jalan Pangurangan-klangenan. 

Bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Cirebon, serta aparat desa setempat, kegiatan tersebut dilakukan sejak tanggal 8 Desember 2017. 

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Benny Bastiawan, mengatakan bahwa luas area pembuangan illegal ini mencapai 0,2 hektar. Jenis limbah B3 yang ditemukan antara lain, limbah medis berupa jarum suntik bekas dan ampul bekas.

"Ada juga botol/plastik infus bekas, selang infus bekas, jarum infus bekas, obat kadaluwarsa, dan hasil sampel pengambilan darah. Selain itu,  dilokasi ditemukan juga limbah lampu TL dalam jumlah yang banyak, baik dalam kemasan karung plastik, maupun berserakan dalam keadaan pecah-pecah," ungkap Benny.

Atas temuan lapangan tersebut, Benny Bastiawan mengatakan bahwa KLHK melakukan pengamanan lokasi dengan melakukan penyegelan, untuk langkah tindak lanjut penyelidikan. Penyegelan lokasi ini terkait dengan dugaan tindak pidana Pasal 104 UU 32 Tahun 2009. Selain itu, meminta masyarakat tidak mendekati lokasi pembuangan limbah medis tersebut, mengingat kemungkinan resiko yang dapat ditimbulkan dari limbah tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI