Kolaborasi Riset Hadirkan AIKO

SERPONG, KRJOGJA.com – Kepala Sub Direktorat Lemlitbang Pemerintah Pusat Kemenristekdikti, Yudho Baskoro Muriadi menyampaikan, inovasi hasil kolaborasi riset Puslitbang Hasil Hutan (P3HH) KLHK dengan Puslit Informatika (P21) LIPI melalui Program INSINAS Kemenristekdikti hasilkan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO).

"AIKO ini merupakan alat berbasis computer vision yang mampu mengidenftifkasi jenis kayu dalam hitungan detik,” kata Yudho di acara Jambore PUI di Puspiptek Serpong, Rabu (12/12).

Yudho Baskoro Muriadi yang juga sebagai Koordinator Program PUI menyebutkan, dengan uji laboratorium identifikasi jenis kayu memerlukan waktu satu hingga dua minggu melalui pengamatan 163 ciri karakteristik kayu, sehingga terobosan ini dapat menjadi alternatif metode identifikasi kayu secara praktis di lapangan.

Menurutnya, dengan adanya inovasi hasil kolaborasi  riset Puslitbang Hasil Hutan (P3HH) KLHK dengan Puslit Informatika (P21) LIPI, maka akan mempermudah petugas bea cukai dan polisi kehutanan untuk mengidentifikasi jenis kayu kalau melihat kayu di dermaga. “Kayu ini termasuk kayu mahal atau masuk kayu biasa misalnya,” kata Yudho

Ia menambahkan, AIKO ini dikembangkan dengan menggunakan basis data jenis kayu dari Xylarium Bogoriense.

Adapun Peneliti Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Batan Titis Sekar Humani mengatakan Radiofarmaka manfaatnya sangat besar, bisa untuk diagnosa penyakit kanker, dan bisa juga  untuk terapi. Kemudian yang paling penting adalah bisa deteksi dini.

Titis Sekar Humani, Peneliti Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Batan mengatakan, permasalahan besar dari penderita penyakit kanker itu, pasien datang ke Rumah Sakit dalam kondisi stadium tiga atau empat.

"Jadi untuk penangannya lebih sulit, karena kondisi pasien sudah sangat lemah seperti itu. Untuk pengobatan, misalnya untuk kemo terapi maupun operasi kondisi pasien juga harus kuat dan tidak boleh lemah."

Disebutkan, Radiofarmaka ini dikembangkan di Batan sudah lama untuk bidang kesehatan. “Kita (Batan)  bekerjasama dengan Kimia Farma untuk memproduksi Radiofarma ini, dan sudah banyak bekerjasama dengan Rumah Sakit, bahkan hampir tiap bulan dilakukan pengiriman atas permintaan dokter dari Rumah Sakit,” terangnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI