Kominfo dan PANDI Gelar Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara. Momentum ini menandai kehadiran Aksara Nusantara di perangkat digital, setelah berhasil mengusung pembakuan papan tombol (keyboard) dan font aksara Sunda, Jawa, dan Bali mendapat Standar Nasional Indonesia (SNI). Acara selebrasi berangsung di JS Luwansa Hotel Jakarta, pada Selasa (14/12/2021).

Dalam Selebrasi kali ini, sejumlah Pejabat Daerah turut memberikan dukungan yang dituangkan dalam bentuk video apresiasi, diantaranya adalah Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono, Walikota Bogor Bima Arya, serta Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Slamet Santoso, Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Doddy Rahadi, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin, Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Jazziray Hartoyo, dan perwakilan tokoh digitalisasi aksara nusantara Richard Mengko.

Secara simbolis, Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad mencoba langsung papan tombol Aksara sekaligus menandai Selebrasi Digitalisasi Aksara Nusantara. Didaamping oleh para pejabat yang hadir langsung di lokasi.

Slamet Santoso, Sekretaris Ditjen Aplikasi Informatika dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa selebrasi ini adalah bentuk penghargaan bagi PANDI dan pegiat aksara nusantara atas upaya melestarikan aksara daerah. “Acara ini merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap upaya mengurangi kesenjangan digital, untuk memperluas pengggunaan aksara nusantara di perangkat digital,” ujar Slamet.

Sementara itu, Kepala BSN Kukuh S Ahmad mengatakan bahwa dewasa ini keberadaan aksara daerah semakin tergerus oleh aksara latin. Oleh karenanya momentum Digitalisasi dinilai sangat tepat dalam menghadapi perkembangan zaman. “Aksara daerah mulai tersingkir oleh aksara latin dalam kehidupan sehari hari bermasyarakat. Kita terus berupaya menggunakan aksara daerah dengan perangkat yang ada. Digitalisasi aksara nusantara dipandang perlu dilakukan untuk tetap bisa melestarikan aksara nusantara, ” ungkap Kukuh.

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo, menuturkan bahwa bahasa dan aksara menunjukan karakter, identitas, dan budaya. Oleh karenanya PANDI ingin memberi sinyal hadirnya Negara melalui keberadaan aksara nusantara, dan menggandeng para pegiat aksara dalam upaya “PANDI hanyalah berusaha memberikan kontribusi kecil melalui lokomotif terhadap digitalisasi aksara nusantara, lebih dari itu ada para pegiat aksara nusantara yang tak kenal lelah bekerja mengupayakan pelestarian dan penggunaan aksara nusantara,” kata Yudho.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan SNI Aksara Nusantara. Kegiatan selebrasi ini diharapkan dapat berperan untuk memperluas penggunaan Aksara Nusantara diperangkat digital, menjadi tonggak digitalisasi aksara nusantara, dan sebagai salah satu bentuk pemajuan kebudayaan nusantara secara umum di dunia digital, serta mendorong berbagai pihak untuk dapat terus berkolaborasi mempertahankan serta melestarikan budaya nusantara melalui ruang digital yang merupakan bagian dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya dapat menggunakan teknologi namun juga canggih memanfatkan ruang digital untuk melestarikan budaya nusantara. (*)

BERITA REKOMENDASI