Komitmen Tiga Negara di Perairan Sulu Dipertegas

JAKARTA (KRjogja.com) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, pada saat pertemuan trilateral (Indonesia, Malaysia, dan Filipina) di Yogya pada 5 Mei 2016 lalu, Presiden Joko Widodo sudah juga memberikan arahan mengenai pentingnya mempererat kerja sama untuk menjaga keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya.

“Oleh karena itu, kemudian ketiga pihak menyiapkan apa yang dinamakan FoA (Framework of Agreement) untuk pengamanan perairan Sulu dan sekitarnya,” kata Retno kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokowi menerima PM Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka Ranil Wickramasinghe, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8/2016) .

Menurut Menlu, FoA ini sudah ditandatangani  pada 14 Juli lalu. Ia menyebutkan, untuk memperkuat lagi maka Menteri Pertahanan ketiga negara berkumpul kembali dan menghasilkan 6 butir.

“Jadi kalau Framework of Agreement dulu adalah 4, kemudian untuk yang kemarin ada 6 butir yang dihasilkan, yaitu pertama adalah patroli bersama, yang kedua adalah bantuan darurat, yang ke-3 adalah sharing intelligence, yang ke-4 adalah hotline communication, yang ke-5 adalah latihan bersama, dan yang ke-6 adalah automatic identification system,” jelas Retno.

Menlu melihat adanya perkuatan dalam FoA itu, yaitu 2 (dua) butir perkuatan dari yang sudah  disepakati di tanggal 14 Juli, khususnya di poin 5 dan 6. (Sim)

 

BERITA REKOMENDASI