Komjen Sjafruddin Diharapkan Dorong Pejabat Polri Lapor Kekayaan

JAKARTA (KRjogja.com) – Komjen Syafruddin resmi meninggalkan jabatan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri karena harus menduduki posisi barunya sebagai Wakapolri menggantikan Jenderal Budi Gunawan yang kini menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Dengan tugas barunya, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 itu diharapkan bisa segera melangkah untuk membenahi sistem dan mengawasi manajemen di tubuh Polri. Salah satunya adalah mendorong penjabat Polri untuk melaporkan harta kekayaannya.

"PR (pekerjaan rumah)-nya, melaksanakan sosialisasi kebijakan Kapolri yang mewajibkan setiap pejabat polisi melaporkan kekayaannya," kata pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Minggu (11/9/2016). 

Tugas selanjutnya, Syafruddin beserta Tito Karnavian harus secara rutin mengkoordinir staff atau pejabat teras Polri dengan mengaplikasikan 11 kebijakan utama Kapolri dalam membenahi Korps Bhayangkara. "Juga mengelola sumber daya atau sarana prasarana operasional dan menyiapkan menyusun tenaga operasional Polri secara efisien dan efektif," pungkasnya. 

Sebagai informasi, pengangkatan Syafruddin tertuang melalui Surat Keputusan Nomor 917/IX/2016 yang dipilih melalui hak prerogatif Kapolri. Menurut Tito, seniornya di Akpol memiliki berbagai macam kecakapan yang membuat ia terpilih menjadi Wakapolri, diantaranya operasional komando hingga pejabat administratif. (*)

BERITA REKOMENDASI