Konsep Digitalisasi Koperasi dan UKM Mempermudah Pemasaran

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Konsep digitalisasi koperasi dan UKM akan menyederhanakan administrasi dan memudahkan penyaluran modal. Namun tentunya gagasan ini perlu didukung dengan infrastruktur digital serta peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Subardi mengatakan infrastruktur digital mencakup pada ketersediaan sarana teknologi (internet). Sedangkan peningkatan SDM meliputi aksesabilitas atau daya jangkau dalam memanfaatkan pasar digital.

“Konsep digitalisasi belum sepenuhnya efektif karena lemahnya dua faktor tersebut. Zaman terus berkembang, jika kita tak ingin ketinggalan maka harus mengukti perkembangannya,” kata Subardi saat bertemu ratusan pelaku Koperasi dan UKM di Kantor Bappeda Sleman, Rabu (11/03/2020).

Untuk itu ia mengajak perwakilan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM serta pihak perbankan sebagai penyalur dana bantuan. Kedua lembaga ini merupakan mitra kerjanya di Komisi VI DPR.

“Saya memanfaatkan kemitraan yang kooperatif antara DPR dengan pemangku kebijakan agar gagasan ini berjalan lancar,” tambahnya.

Data dari Disperindag Kabupaten Sleman menyebutkan terdapat 48 ribu pelaku UKM. Dari jumlah ini banyak status UKM di sleman berada di level usaha kecil.

Subardi yakin konsep digitalisasi koperasi dan UKM dapat mempermudah marketing digital. Melalui marketing digital pelaku koperasi dan UKM dapat menembus pasar online dan pasar modern.

“Saya yakin akan banyak pelaku UMKM yang naik kelas. Bahkan bisa bersaing setidaknya di level Asia Tenggara,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI