Konsumsi BBM Untuk Arus Mudik Meningkat 71%

SEMARANG (KRjogja.com) – Puncak arus mudik yang terjadi pada H-1 Lebaran 2017 membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) meningkat drastis. Meski demikian, arus mudik menuju wilayah Jawa Tengah hingga saat ini masih terpantau padat sehingga membutuhkan pasokan BBM cukup besar.

Area Manager Communciation and Relation Marketing Operation Region IV PT Pertamina Andar Titi Lestari menyampaikan masih terjadi peningkatan penyaluran BBM dibandingkan pada kondisi normal. Meski demikian, peningkatan tidak setinggi pada H-1 atau pada Sabtu 24 Juni 2017 yang menjadi arus puncak mudik Lebaran tahun ini.

“Pada puncak arus mudik yaitu H-1 Lebaran, total kenaikan gasoline (premium, pertalite, dan pertamax series) naik 71 persen dari rata-rata normal 11.445 kiloliter (KL) naik menjadi 19.556 KL. Berdasarkan pantauan kami masih ada tren peningkatan konsumsi karena banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu mudik setelah Salat Idul Fitri,” jelas Andar Titi, Selasa 27 Juni 2017.

Berdasarkan data pada Senin 26 Juni 2017 atau H+1 Lebaran, realisasi penyaluran rata-rata harian pertalite di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 7.536 KL atau naik 29 persen di atas daily offtake thruput (DOT) 2017. Pada periode yang sama pertamax series tersalurkan sebanyak 3.361 KL per hari atau 34 persen di atas DOT 2017. Adapun premium tercatat meningkat tipis 2 persen dari DOT 2017 yaitu 3.132 KL.

Sementara penjualan BBM melalui KiosK dan Mobil Dispenser yang beroperasi sejak H-10 Lebaran, tercatat konsumsinya hingga 26 Juni 2017 khusus di wilayah Jateng, terus meningkat dan mencapai 164.182 L untuk pertamax, 4.604 L untuk pertamina dex, dan 5.585 L untuk dexlite. Khusus penjualan BBM melalui Kiosk dan Mobil Dispenser di jalur tol darurat yaitu pertamax mencapai 160.479 L, pertamina dex 3.954 L, dan dexlite 5.320 L.

“Melihat tingginya konsumsi BBM di jalur tol darurat membuat langkah terobosan Pertamina ini ternyata disambut animo positif masyarakat dan sangat membantu para pemudik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pemudik agar tidak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan BBM," tambah Andar.

Ia menerangkan, konsumsi solar lebih rendah 10 persen dibandingkan DOT yaitu 4.547 KL per hari. Pertamina dex dan dexlite justru mendapatkan momentum positif dengan penyaluran pertamina dex mencapai 66 KL per hari, 27 persen di atas DOT 2017, dexlite yang mencapai 88 KL per hari, 46 persen di atas DOT. (*)

 

BERITA REKOMENDASI