Konsumsi Obat Aneh, Satu Pelajar Tewas

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dikejutkan puluhan anak dan remaja masuk unit gawat darurat beberapa rumah sakit akibat gangguan mental usai mengonsumsi obat aneh. Bahkan satu diantaranya tewas karena mengonsumsi obat tersebut.

Dalam keterangan resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) disebutkan, obat yang dikonsumsi itu bertuliskan PCC atau Paracetamol Cafein Carisoprodol. "Hingga saat ini Balai Laboratorium Narkotika BNN, BNNP (BNN Provinsi) dan BNNK (BNN Kota) sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan BPOM wilayah setempat untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC tersebut," demikian pernyataan BNN yang dirilis di Jakarta, Kamis (14/09/2017).

Kepala BNN Kota Kendari Muniarti menyatakan, para korban konsumsi PCC itu mengalami gejala kelainan seperti orang yang mengalami gagguan mental. Gejala itu mirip dengan korban konsumsi narkotik jenis Flakka seperti mengamuk, berontak dan berbicara tak karuan.

Pengakuan beberapa korban yang sudah ditangani dan kembali ke rumah, mereka mendapatkan obat itu dari orang yang tak mereka kenal. "Ada dalam bentuk cair dan dalam bentuk tablet. Informasi yang kami peroleh pelajar SD yang mengkonsumsi itu karena dicampur dengan minumannya," ujar Murniati.

Ia mengatakan sebagian besar dari korban itu adalah anak usia sekolah atau remaja mulai pelajar sekolah dasar hingga jenjang di atasnya. Murniati menganggap kondisi itu adalah kejadian luar biasa karena hanya dua hari ada puluhan korban pengaruh obat terlarang dengan gejala yang sama dan berasal dari beberapa titik di Kota Kendari.

Polisi langsung bertindak cepat atas adanya kejadian itu. Seorang ST (39) seorang ibu rumah tangga yang diduga mengedarkan obat terlarang sudah ditahan di Polsek Mandonga Kendari. (*)

BERITA REKOMENDASI