Kontroversi Gaji Pilot Lion Air Rp3,7 juta? Ini Faktanya

JAKARTA, KRJOGJA.com – BPJS Ketenagakerjaan membuka kepada publik gaji Pilot dan Co-Pilot Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan, BPJS Ketenagakerjaan menyebut jika gaji pilot yang menerbangkan pesawat tersebut hanya Rp3,7 juta per bulan sedangkan Co-Pilot sebesar Rp20 juta per bulan.

Berikut ini fakta-fakta kontroversial gaji pilot Lion Air Rp3,7 Juta yang dirangkum Okezone Finance, Sabtu (3/11/2018).

1. BPJS Terima Laporan Gaji Pilot Lion Air

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait gaji pilot Lion Air JT 610 dan Co-pilot Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Kawarang Jawa Barat.

"Jadi gaji pilot sebesar Rp3,7 juta per bulan dan gaji copilot sebesar Rp20 juta per bulan," ujarnya di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sementara, gaji pramugari pesawat itu yang dilaporkan berada di kisaran Rp3,6 juta – Rp3,9 juta per bulan. "Itu yang saya dapatkan dari pihak Lion Air," sambungnya.

2. Setiap Perusahaan Wajib Laporkan Upah Yang Sebenarnya Kepada BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis menyatakan bahwa, setiap perusahaan wajib melaporkan upah yang sebenarnya kepada BPJS Ketenagakerjaan karena hal tersebut terkait dengan hak pekerjaan untuk mendapatkan perlindungan maksimal jika terjadi kecelakaan, kematian, usia tua, dan pensiun.

"Kami sudah mengingatkan maskapai Lion Air atas data upah karyawan yang dilaporkan saat itu," jelasnya.

3. Pastikan Korban Penumpang Lion Air Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyambangi langsung Rumah Sakit (RS) Polri untuk mengetahui data penumpang pesawat Lion Air JT610 yang jatuh pada Senin 29 Oktober 2018. Data tersebut akan dipastikan apakah korban menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau tidak.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk memastikan para korban kecelakaan tersebut segera diketahui kepesertaannya dalam BPJS Ketenagakerjaan, supaya pemberian hak kepada ahli waris terkait bisa dilakukan.

4. Bos Lion Air Bantah Gaji Pilot 3,7 juta/bulan

Menurut Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait tidak mungkin perusahaan memberikan gaji sebesar Rp3,7 juta kepada Pilotnya apalagi tenaga asing.

"Tidak benar itu (gaji pilot asing yang menerbangkan pesawat JT-610 PK-LQP sebesar Rp3,7 juta). Mana mungkin mau mereka," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (2/11/2018).

5. Perusahaan Tidak Memberikan Gaji Tidak Layak Kepada Pilot Asing

Menurut Edward, gaji pilot asing bernama Bhavya Suneja berada di kisaran USD9.000 hingga USD11.000 per bulannya atau sekitar Rp135 juta per bulannya (mengacu kurs Rp15.000 per USD). Artinya, anggapan jika perusahaan tidak memberikan gaji yang tidak layak merupakan salah besar.

"Iya . Bukan penghasilan mereka segitu. Kalau penghasilan mereka segitu mana mau kerja. Jadi gajinya itu sekitar USD9.000 sampai USD11.000 per bulan," ucapnya.

6. Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan Berdasarkan Kesepakatan Perusahaan dan Pilot yang Bersangkutan

Mengenai perbedaan data dengan BPJS Ketenagakerjaan Edward menyebutkan sangat wajar jika ada perbedaan. Sebab menurutnya, gaji pilot asing yang didaftarkan oleh perusahaan adalah gaji yang sesuai UMP. Menurut Edward, hal tersebut tidak masalah. Sebab, pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan juga pilot yang bersangkutan.

"Bukan jadi kalau penghasilan mereka itu kan dalam dolar. Di Indonesia kan kita harus mendaftarkan BPJS, kita daftarkan mereka ke BPJS. Kan mereka bukan orang Indonesia kita daftarkan dengan gaji 3,7. Tapi penghasilan mereka sebagai orang asing 9 sampai 11 (ribu dolar AS) gitu maksudnya," jelasnya.

7. Laporan BPJS Ketenagakerjaan Tentang Gaji Rp3,7 juta Itu Khusus Untuk Pilot Lama

Lagi pula menurut Edward, gaji pilot yang didaftarkan ke BPJS sebesar Rp3,7 juta itu khusus pilot lama. Sedangkan pilot-pilot baru, perusahaan mulai mendaftarkan dengan angka yang lebih tinggi hingga Rp20 juta.

"Sesuai kesepakatan tadi. Jadi pakai kesepakatan. Ada yang sampai Rp20 juta," ucapnya.

8. Sistem Gaji Pilot, Ada Yang Rupiah dan Dolar

Mengenai sistem penggajiannya, Edward menyebut akan disepakati oleh kedua belah pihak. Beberapa pilot asing ada yang menerima uang dengan Dolar, juga ada beberapa yang menerima dengan menggunakan Rupiah.

Khusus bagi Pilot yang menerima dengan Dolar biasanya dilakukan sesuai kesepakatan. Sedangkan bagi pilot yang dibayar dengan Rupiah, yang bersangkutan suka rela digaji dengan Rupiah dengan besaran yang sama.

Bahkan ada beberapa Pilot asing yang memang sengaja meminta di gaji dengan rupiah. Sebab, sang pilot memiliki keluarga orang Indonesia.

"Ada juga yang memang sengaja minta digaji pakai Rupiah. Karena kan banyak juga yang nikah dengan orang Indonesia," kata Edward.

9. Gaji Pilot Lokal Lion Air Beragam

Sementara untuk pilot lokal dirinya menyebut digaji secara beragam. Berdasarkan perkiraan, gaji pilot lokal Lion Air adalah sekitar Rp80 hingga Rp100 juta per bulannya.

"Kan mereka bukan orang Indonesia kita daftarkan dengan gaji Rp3,7 juta. Tapi penghasilan mereka sebagai orang asing USD9.000 sampai USD11.000 per bulan gitu maksudnya," ujarnya saat dihubungi Okezone. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI