Koopsusgab Tak Akan Lahirkan Rezim Militer

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan aparat TNI tak akan bertindak eksesif atau super power jika diberi wewenang membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) melalui Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 20013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Adanya revisi UU Terorisme yang saat ini masih dibahas di DPR, kata Wiranto tak akan menjadi alat TNI atau militer bertindak sewenang-wenang. "Saya jamin militer dengan Undang-undang itu tidak akan, katakanlah eksesif tidak akan militer kemudian menjadi super power. Tidak mungkin militer kembali lagi ke jaman era yang dulu menjadi zamannya juncta militer, rezim militer" kata Wiranto di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/05/2018).

Lagi pula kata dia, zaman telah berubah. Meski mendapat payung hukum melalui RUU Terorisme, rezim militer tak akan pernah bangkit. Militer, kata Wiranto dalam konteks ini hanya sebatas alat bantu polisi mengamankan aksi terorisme.

Terkait Koopsusgab yang dulu dibentuk saat Moeldoko jadi Panglima TNI pada 2015 lalu itu, ujar Wiranto hanya persoalan teknis semata. Dia pun tak ingin membahas itu lebih jauh karena takut akan memicu kebingungan di masyarakat.

"Itu hanya soal teknis, kalau terlalu teknis diperbincangkan nanti yang tidak mengerti malah memicu perdebatan baru," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI