Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Capai 431 Orang

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ketujuh peristiwa tsunami Selat Sunda terdapat 431 korban tewas, 7200 korban luka, 15 korban hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan total korban tersebut berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus. Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang.

"Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Bantuan logistik terus dikirim namun terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/12/2018).

Di Pandeglang tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, delapan orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi. Korban meninggal di Kabupaten Serang tercatat 21 orang, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi.

Sementara itu, di Lampung Selatan tercatat 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi. Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan seribu orang mengungsi.

Sutopo mengatakan untuk proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur juga dikerahkan 31 alat berat berupa sembilan unit eskavator, satu unit greader, empat unit loader, tiga unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helikopter dikerahkan untuk mengirim logistik dari udara.

Sementara itu, penangananan darurat masih berlangsung hingga kini. Menurut Sutopo, kepala daerah telah menetapkan masa tanggap darurat di empat daerah yaitu Kabupaten Pandeglang (22 Desember hingga 4 januari), Serang (22 Desember hingga 4 Januari), Lampung Selatan (23 Desember- 29 Desember), dan Provinsi Banten (27 Desember hingga 9 Januari). (*)

BERITA REKOMENDASI