Korban Tsunami di Pandeglang Semangat Belajar

Editor: KRjogja/Gus

ANAK-ANAK korban tsunami ini tampak bersemangat belajar di Sekolah Yayasan Darul Azhar Al-Bantani di Dusun Lihoe Desa Kertamulih Kecamata Sumur Kabupaten Pandeglang. Rasa trauma tak terlibat di wajah mereka. Di sela jam belajar mereka berlarian ke sana ke mari atau bernain-main dengan sesama teman.

"Mereka berasal dari berbagai dusun dari arah barat tempat ini maupun timur. Saya memang sengaja mencari anak-anak yang tidak sekolah. Kemudian mereka saya beri motivasi agar bersekolah demi masa depan mereka, " kata Yuyun Salafiah, ketua Yayasan Darul Azhar Al Bantani kepada KR,  Sabtu (9/2).

Yuyun menjelaskan, siswa sekolahnya sebanyak 105 anak.  Mereka terdiri 35 siswa TK,  30 siswa SD dan 40 siswa SMK.   Sementara itu sarana belajar hanya seadanya.  Untuk anak-anak TK di joglo ruang terbuka. Sedang SD dan SMK di gedung bekas yang sudah tidak terpakai. Namun tanpa fasilitas, termasuk tidak ada jaringan listrik.

Karena itu, Tim Dompet KR memutuskan untuk membantu pembuatan jaringan instalasi listrik dan penyambungannya ke jaringan PLN.  Sedang Tim ACT pada kesempatan ini membantu sarung dan tempat sampah.

"Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian bantuan yang sangat bermanfaat ini. Sebab adanya aliran listrik bisa digunakan untuk banyak hal, " kata Yuyun. (Fie)

BERITA REKOMENDASI