Korupsi Proyek E-KTP Rugikan Negara Rp 2,3 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – KPK menyatakan, kerugian negara dalam dugaan korupsi proyek e-KTP tetap sama, yakni Rp 2,3 triliun, meski ada sejumlah perbedaan dalam dakwaan terhadap Setya Novanto dengan terdakwa sebelumnya seperti Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Perbedaan kerugian negara itu menjadi salah satu yang dipermasalahkan pihak Setnov dalam sidang eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum.

Juru bicara KPK, Febri Dianysah mengatakan, dakwaan kepada Setnov tentu berbeda dengan dakwaan untuk Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong. "Dakwaan yang digunakan untuk terdakwa SN tentulah dakwaan SN. Karena itulah yang akan dibuktikan nantinya," ujar Febri.

Febri mengatakan, dakwaan Setnov, Irman, Sugiharto, dan Andi berbeda karena perbuatan pidana dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini juga berbeda. Namun, secara keseluruhan, kerugian negara atas kasus ini tetap sama, yakni Rp2,3 triliun.

"Perbuatan Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus berbeda dengan perbuatan SN. Namun secara umum kontruksi dakwaan, tetap sama kerugian negara Rp2.3 triliun," kata Febri.

Sebelumnya, kuasa hukum terdakwa korupsi Setya Novanto menyatakan ada kerugian keuangan negara yang jumlahnya berbeda dalam perkara e-KTP. Dari hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian keuangan negara akibat korupsi e-KTP sebesar Rp2,3 triliun. (*)

BERITA REKOMENDASI