Kota Bitung Harus Jadi Amazon of the Sea

BITUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah menilai Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) mampu menggali lebih dalam potensi Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL). Ajang itu dinilai menjadi brand baru yang potensial untuk masyarakat Kota Bitung.

Hal itu disampaikan langsung oleh Taufik Rahzen selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan, selepas turut membuka FPSL 2018, Sabtu (6/10/2018). Bahkan Taufik menyatakan, Bitung khususnya Selat Lembeh, bisa dibilang sebagai amazon of the sea karena kaya akan lautnya.

“Bitung harus mengembangkan brand-nya yang baru. Menyesuaikan ini menjadi suatu agenda dari pasific. Jadi bukan semata-mata event dari kabupaten yang ada di Sulawesi Utara,” ungkap Taufik.

“Ini bisa dibilang amazon of the sea. Amazon kan ada di Brasil dengan hutan hujannya. Tapi amazon yang di laut ada disini sebenarnya. Itu yang harus dikembangkan,” lanjut pria yang juga dikenal sebagai budayawan tersebut. 

Beberapa pesan penting juga disampaikan Dynand Fariz selaku Tim Kurator 100 Wonderful Indonesia Calender of Event (CoE). Salah satu pesan yang diharapkan Dynand bisa dilakukan penyelenggara FPSL adalah menyiapkan event tersebut lebih detail agar bisa dinikmati dengan baik oleh para pengunjung yang hadir. 

“Tahun depan Festival Pesona Selat Lembeh persiapannya tidak boleh main-main lagi. Harus jauh lebih baik dari yang sekarang,” papar pria yang juga dikenal selaku Penggagas dan Pendiri Jember Fashion Carnaval (JFC) tersebut. 

Dari lima hari penyelenggaraan FPSL tahun ini, ada beragam agenda kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti diantaranya pertunjukan tari tradisional kolosal, festival kuliner, parade kapal atau dikenal dengan Sail Pass. 

BERITA REKOMENDASI